Berita

Asia Timur Berpacu Mencari Sumber Energi Baru Akibat Krisis

114
×

Asia Timur Berpacu Mencari Sumber Energi Baru Akibat Krisis

Sebarkan artikel ini
asia-timur-cari-sumber-energi-baru-di-tengah-krisis-global
asia timur cari sumber energi baru di tengah krisis global

Bangkok – Negara-negara Asia Timur berupaya mencari sumber energi baru. Pemicunya adalah gangguan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah.

Kondisi ini menyebabkan lonjakan harga dan ketidakpastian pasokan energi.

Data U.S. Energy Information Administration mencatat, lebih dari 80 persen gas alam cair (LNG) yang melintasi Selat Hormuz pada 2024 dikirim ke Asia.

Sebagian besar pasokan tersebut menuju Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Taiwan. Negara-negara ini sangat bergantung pada impor energi.

Jepang mengandalkan cadangan strategis minyak sebagai lini pertahanan utama. Negara itu memiliki cadangan setara sekitar 254 hari konsumsi.

Sistem ini dibangun sejak krisis minyak Arab pada 1970-an. Pekan ini, pemerintah Jepang mulai melepas cadangan sekitar 45 hari.

Tujuannya menahan lonjakan harga bahan bakar di tengah perlambatan impor minyak mentah. Langkah serupa terakhir dilakukan setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Kebijakan ini diharapkan menjaga keberlangsungan industri padat energi Jepang. Mulai dari otomotif hingga baja dan mesin berat.

Perusahaan besar seperti Toyota, Mitsubishi, dan Nippon Steel sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil.

Sementara itu, Korsel berencana melepas 22,46 juta barel dari cadangannya. Ini adalah bagian dari koordinasi terbesar yang pernah dilakukan oleh International Energy Agency.

Namun, analis memperingatkan penggunaan cadangan energi bukan solusi jangka panjang. Langkah ini hanya memberikan bantalan sementara bagi kilang terhadap gangguan pasokan.

Analis energi dari Kpler, Muyu Xu, mengatakan jika krisis berlanjut, kekurangan minyak mentah dapat kembali terjadi.

Direktur Renewable Energy Institute Jepang, Mika Ohbayashi, menambahkan, “Kesulitan mendasar tidak akan terselesaikan dengan langkah ini.”

Sebagai informasi tambahan, kapal tanker Shenlong berbendera Liberia tiba di Pelabuhan Mumbai, India pada 12 Maret 2026. Kapal ini membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz.

Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak India untuk melewati Selat Hormuz. Hal ini terjadi setelah pembicaraan diplomatik antara Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.