Bali – Arus mudik Lebaran 2026 menyebabkan kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.
Kapasitas pelabuhan yang terbatas menjadi penyebab utama.
Lonjakan penumpang dan kendaraan terjadi karena libur Lebaran berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
Warga memilih menyeberang lebih awal sebelum pelabuhan ditutup.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menjelaskan kapasitas dermaga dan kapal di lintasan Ketapang – Gilimanuk lebih kecil dibanding Merak – Bakauheni.
“Kapal besar hanya ada 8–9 unit, sisanya kapal kecil. Jadi kapasitas angkutnya memang sedikit,” ujarnya.
Data Posko Angkutan Lebaran mencatat, H-6 Lebaran jumlah penumpang mencapai 80.416 orang, naik 33,8 persen dibanding tahun lalu.
Kondisi diperparah dengan banyaknya truk besar yang masih beroperasi.
Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, menilai sistem kedatangan kendaraan ke pelabuhan belum tertata.
Banyak kendaraan datang bersamaan tanpa tiket atau kode booking.
Antrean meluas hingga jalan nasional.
Ia menekankan perlunya penambahan dermaga, penataan sistem kedatangan, serta buffer zone.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menambahkan lonjakan pemudik di Gilimanuk meningkat 30 persen dibanding tahun lalu.
Masyarakat ingin mudik lebih cepat agar tidak terjebak rangkaian Nyepi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandi memastikan pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan koordinasi lintas instansi.
“Kami melihat terjadi peningkatan signifikan, sehingga perlu pengaturan agar tidak terjadi penumpukan lebih parah,” katanya.







