Berita

Tim Peneliti Temukan Kembali Populasi Hiu Gangga Langka di Sungai Sesayap

12
×

Tim Peneliti Temukan Kembali Populasi Hiu Gangga Langka di Sungai Sesayap

Sebarkan artikel ini
peneliti-temukan-kembali-populasi-hiu-air-tawar-yang-hampir-punah
peneliti temukan kembali populasi hiu air tawar yang hampir punah

Tana Tidung – Tim peneliti gabungan yang dipimpin Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil menemukan kembali populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus) di perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Spesies hiu air tawar yang sempat dianggap nyaris punah ini ditemukan dalam jumlah yang mengejutkan.

Dalam riset lapangan sepanjang 2023, tim peneliti berhasil mengamati 43 spesimen Hiu Gangga hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu. Temuan ini menjadi angin segar bagi komunitas konservasi internasional, mengingat spesies tersebut telah menyandang status Critically Endangered dari IUCN.

Perwakilan Rektor Unhas, Rohani Ambo Rappe, menyebut penemuan ini sebagai momentum krusial untuk memperkuat upaya konservasi spesies langka. Menurut dia, keberhasilan riset ini bukan sekadar mengenai penyelamatan satu jenis hiu, melainkan tentang membangun model konservasi yang inklusif.

“Temuan ini bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies langka, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun model konservasi yang adil, kolaboratif, dan dapat diterima masyarakat,” ujar Rohani dalam keterangannya, Senin (25/5).

Rohani menjelaskan bahwa keterlibatan Unhas dalam penelitian ini merupakan wujud komitmen panjang universitas dalam riset kelautan berkelanjutan. Proyek ini dijalankan melalui kolaborasi internasional yang melibatkan James Cook University dan Universitas Borneo Tarakan.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak Unhas mendorong pembentukan konsorsium riset hiu dan pari di Kalimantan agar data ilmiah yang akurat dapat disinergikan dengan kebijakan pemerintah.

“Karena itu, kami mendorong lahirnya konsorsium riset hiu dan pari di Kalimantan agar penguatan data ilmiah dan kebijakan dapat berjalan beriringan,” tambah Rohani.

Sebelumnya, Hiu Gangga merupakan salah satu hiu paling langka di dunia dengan catatan kemunculan kurang dari sepuluh kali sejak tahun 2000 di seluruh wilayah persebaran historisnya, mulai dari Pakistan hingga Myanmar. Temuan di Sungai Sesayap kini menetapkan kawasan tersebut sebagai salah satu habitat paling vital bagi keberlangsungan populasi hiu tersebut.

Peneliti dari James Cook University, Michael Grant, membenarkan bahwa Sungai Sesayap kini telah resmi ditetapkan sebagai Important Shark and Ray Area (ISRA) pada 2024. Pengakuan internasional ini sekaligus mengukuhkan posisi Sungai Sesayap sebagai daerah asuhan (nursery ground) strategis bagi Hiu Gangga.