Berita

* **Tekan Macet Puncak, Jabar Stop Angkot, Bayar Kompensasi Lebaran**

98
×

* **Tekan Macet Puncak, Jabar Stop Angkot, Bayar Kompensasi Lebaran**

Sebarkan artikel ini
angkot-puncak-disetop-sementara-saat-lebaran,-sopir-dapat-rp1-juta
angkot puncak disetop sementara saat lebaran, sopir dapat rp1 juta

Jakarta – Pemprov Jawa Barat mengambil langkah tegas untuk mengatasi kemacetan di Puncak saat libur Lebaran 2026.

Operasional angkot di jalur Puncak, Bogor, akan dihentikan sementara selama lima hari.

Kebijakan ini diharapkan dapat menekan kepadatan lalu lintas di kawasan wisata tersebut.

Sebagai kompensasi, Pemda menyiapkan Rp1 juta untuk setiap sopir dan pemilik angkot yang tidak beroperasi.

Gubernur Jawa Barat, menyerahkan bantuan secara simbolis di Mako Polres Bogor, Cibinong, Minggu (15/3).

“Hampir 2.000 sopir angkot dari sekitar 700 armada mendapatkan kompensasi agar tidak beroperasi sementara saat libur Lebaran,” kata Gubernur.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, menyebut program ini menyasar 2.068 sopir angkot di Puncak.

Penghentian operasional angkot berlaku pada 22, 23, 24, 27, dan 28 Maret.

Kompensasi Rp200 ribu per hari akan ditransfer ke rekening penerima melalui Bank BJB.

Program ini hanya berlaku untuk angkot rute Puncak.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, menjelaskan angkot berasal dari tiga trayek utama.

Trayek tersebut yakni:

* Angkot 02C rute Pasir Muncang-Ciawi (73 kendaraan)
* Angkot 02B rute Sukasari-Cibedug (175 kendaraan)
* Angkot 02A rute Sukasari-Cisarua (530 kendaraan)

“Harus mengikuti aturan. Pada tanggal 22, 23, 24, 27 dan 28 itu murni tidak ada angkot yang beroperasi di tiga jurusan tersebut,” tegasnya.

Petugas Dishub dan kepolisian akan melakukan pengawasan di lapangan.

Angkot yang tetap beroperasi akan ditindak.

“Pertama kami lakukan imbauan, namun apabila masih beroperasi akan kami tindak dengan tilang bersama kepolisian,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor.

Pemda juga menyiapkan langkah pendukung lain untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan wisata.

Dishub Kabupaten Bogor menyiagakan 300 personel, termasuk 100 petugas di Puncak.