Berita

65 Ribu Pengunjung Padati Ancol Merayakan Malam Pergantian Tahun

100
×

65 Ribu Pengunjung Padati Ancol Merayakan Malam Pergantian Tahun

Sebarkan artikel ini
498f0848d8fdc04de5976702e2d62d22.jpg
498f0848d8fdc04de5976702e2d62d22.jpg

Jakarta – Malam pergantian tahun 2025 ke 2026, Taman Impian Jaya Ancol dipadati pengunjung. Lebih dari 65 ribu orang tercatat memeriahkan malam tahun baru di kawasan wisata tersebut.

PT Pembangunan Jaya Ancol melalui Corporate Communication, Daniel Windriatmoko, mengungkapkan bahwa total pengunjung hingga pukul 23.59 WIB pada Rabu, 31 Desember 2025 mencapai 65.821 orang.

Sebagai bentuk solidaritas terhadap korban bencana ekologi di Sumatera, Ancol meniadakan pesta kembang api.

Namun, sejumlah acara pengganti tetap diselenggarakan untuk menghibur para pengunjung.

New Year’s Eve Celebration ‘The Zero Hour Gala’ menjadi penutup tahun 2025 dengan menampilkan fire dance, magician show, gala dinner, dan hiburan di Putri Duyung Ancol.

Pantai Karnaval diramaikan konser musik Dewa 19, Hello, Five Minutes, dan Ello. Pertunjukan drone light show dengan iringan musik laser memukau pengunjung di Pantai Lagoon.

Pengunjung juga dihibur konser musik dangdut di Pantai Festival dengan bintang tamu Mahesa Music Group. Pasar seni menampilkan workshop kreatif, pertunjukan budaya, jambore seni, dan ambyar music night.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa 10 persen pendapatan tiket masuk Ancol akan disumbangkan untuk membantu korban bencana di Sumatera.

Pramono menambahkan, donasi warga Jakarta tanpa memperhitungkan alokasi tiket Ancol mencapai lebih dari Rp 3 miliar. “Terima kasih warga Jakarta, donasi ini akan segera kami salurkan,” ujarnya di Bundaran Hotel Indonesia, Rabu.

Berdasarkan data BNPB per Rabu, 31 Desember 2025, pukul 16.00 WIB, tercatat 1.154 korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa jumlah korban meninggal bertambah 13 jiwa. “Hari ini ditemukan 13 korban meninggal dunia di Aceh Tamiang,” jelas Abdul.