Berita

Xi Jinping Buka WAIC 2026, Pertegas Ambisi China Dominasi Teknologi AI

9
×

Xi Jinping Buka WAIC 2026, Pertegas Ambisi China Dominasi Teknologi AI

Sebarkan artikel ini
xi-jinping-akan-buka-waic-2026,-sinyal-china-fokus-kembangkan-ai
xi jinping akan buka waic 2026, sinyal china fokus kembangkan ai

Shanghai – Presiden China Xi Jinping dijadwalkan membuka ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai pada Jumat (17/7).

Kehadiran Xi ini menjadi momentum perdana seorang kepala negara China menghadiri forum tersebut sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018.

Langkah tersebut menegaskan prioritas tinggi Beijing dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya saing teknologi global.

Forum yang berlangsung hingga Senin (20/7) ini akan digelar bersamaan dengan pertemuan tingkat tinggi mengenai tata kelola AI internasional.

Penyelenggara mencatat kehadiran lebih dari 1.400 tamu undangan dan 1.100 peserta yang akan terlibat dalam 140 forum diskusi.

Sebanyak 300 produk teknologi terbaru juga dijadwalkan menjalani debut perdana dalam pameran tersebut.

Dalam kunjungan ke pusat inkubator startup di Shanghai tahun lalu, Xi menegaskan bahwa AI kini memasuki masa perkembangan masif.

Ia mendesak Shanghai agar memimpin dalam aspek pengembangan inovasi sekaligus tata kelola teknologi tersebut.

Melalui laporan kerja tahun 2026, pemerintah China kini mendorong program “AI+” untuk mempercepat komersialisasi dan memperkuat regulasi sektor teknologi.

Beijing juga berupaya mendominasi standar global melalui Inisiatif Tata Kelola AI Global yang diusung Xi sejak 2023.

Ambisi China untuk merumuskan aturan main teknologi dunia terlihat dari tawaran pembentukan Organisasi Kerja Sama AI Dunia.

Peningkatan atensi politik ini selaras dengan performa model AI asal China yang kian kompetitif terhadap dominasi Amerika Serikat.

Data platform OpenRouter menunjukkan model asal China semakin diminati, dibuktikan dengan pangsa pasar DeepSeek yang melonjak dari 9 persen menjadi 18 persen pada Juni lalu.

AI Index 2026 dari Stanford University mencatat kesenjangan performa antara model unggulan AS dan China telah menyusut signifikan hingga tersisa 2,7 persen per Maret lalu.