Jakarta – Program World Sport Academy (WOSPAC) Indonesia resmi meluncurkan inisiatif strategis untuk mendorong akselerasi kualitas pesepak bola usia dini di tanah air. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam menjembatani bakat-bakat muda Indonesia agar mampu menembus ekosistem sepak bola level dunia.
CEO WOSPAC Indonesia, Benhard Sitorus, menegaskan bahwa fondasi sepak bola nasional harus dipersiapkan secara matang sejak usia dini. Menurutnya, pembinaan yang terarah dan berkualitas pada fase usia muda menjadi faktor penentu utama dalam membentuk prestasi sepak bola Indonesia di masa depan.
Benhard menyatakan bahwa kehadiran WOSPAC tidak bertujuan untuk menggantikan metodologi pembinaan sepak bola yang sudah ada di dalam negeri. Sebaliknya, program ini difokuskan untuk membawa talenta-talenta terpilih langsung ke pusat ekosistem sepak bola terbaik dunia.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Edisi ke-280, pada Rabu (24/6).
Dalam penjelasannya, Benhard menuturkan bahwa WOSPAC mengintegrasikan tiga aspek utama dalam kurikulumnya. Program tersebut menggabungkan pelatihan sepak bola intensif, pendidikan formal bertaraf internasional, serta integrasi dengan sistem pendidikan tanah air.
Program ini secara spesifik menargetkan pemain muda berusia 13 hingga 14 tahun untuk diberangkatkan ke akademi sepak bola di Barcelona, Spanyol. Pemilihan rentang usia tersebut dianggap sebagai masa krusial bagi pengembangan teknik dan mentalitas atlet profesional.
Selama berada di Negeri Matador, para pemain muda tersebut akan ditempa melalui serangkaian latihan dan kompetisi kompetitif. Pengalaman bertanding di Eropa diharapkan dapat membuka peluang bagi para pemain untuk terpantau langsung oleh para pemandu bakat dari berbagai klub elit di benua biru.
Strategi ini dinilai efektif mengingat rekam jejak WOSPAC dalam mencetak atlet profesional kelas dunia. Akademi ini tercatat telah melahirkan sejumlah nama besar di kancah sepak bola internasional, seperti David Raya yang kini bermain untuk Arsenal, Keita Balde di AS Monaco, hingga Jordi Alba yang pernah memperkuat Barcelona.
Melalui paparan tersebut, Benhard berharap program ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan sepak bola nasional. Ia optimistis bahwa paparan terhadap iklim kompetisi global akan membentuk karakter pemain yang lebih tangguh dan kompetitif.
Ke depannya, WOSPAC menargetkan agar para lulusan program ini dapat menjadi tulang punggung bagi tim nasional Indonesia di berbagai jenjang usia. Peningkatan kualitas individu pemain diharapkan secara linier akan meningkatkan performa tim nasional dalam menghadapi turnamen-turnamen internasional di masa mendatang.
Upaya ini menjadi salah satu bentuk dukungan pihak swasta dalam memperkuat ekosistem sepak bola Indonesia. Dengan adanya akses langsung ke pusat pelatihan di Eropa, para pemain muda Indonesia diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meniti karier profesional di luar negeri sekaligus membawa dampak positif bagi kemajuan sepak bola dalam negeri.







