Showbiz

Woozi SEVENTEEN Diduga Jadi Korban Penyalahgunaan Wewenang Saat Wamil

184
×

Woozi SEVENTEEN Diduga Jadi Korban Penyalahgunaan Wewenang Saat Wamil

Sebarkan artikel ini
ef9c6db22ca72d1efcc4707d187e03de.jpg
ef9c6db22ca72d1efcc4707d187e03de.jpg

Padang – Personel grup idola SEVENTEEN, Woozi, yang tengah menjalani wajib militer (wamil), menjadi perbincangan setelah diduga dimanfaatkan oleh seorang atasannya. Insiden ini memicu kritik terhadap profesionalisme di lingkungan militer Korea Selatan.

Kabar yang beredar sejak Senin (22/12/2025) menyebutkan, seorang perwira militer dengan inisial A meminta Woozi untuk mencarikan penyanyi yang bersedia tampil di acara pernikahannya.

Permintaan tersebut dipenuhi oleh Woozi dengan menghubungi seorang penyanyi ballad ternama. Penyanyi tersebut kemudian tampil di pernikahan A pada bulan Oktober tanpa menerima bayaran.

Pusat Pelatihan Angkatan Darat tempat Woozi bertugas, membantah adanya paksaan dalam kejadian ini. Mereka mengklaim Woozi memenuhi permintaan tersebut atas dasar kemauan baiknya sendiri.

“Setelah meninjau situasi tersebut, disimpulkan bahwa hal ini bukan berasal dari perintah yang tidak pantas, melainkan tindakan baik secara pribadi dari pihak Woozi. Tidak ada pelanggaran dari sisi hukum maupun peraturan militer,” demikian pernyataan resmi dari Pusat Pelatihan Angkatan Darat.

Meskipun demikian, publik tetap melayangkan kritik. Banyak yang menilai tidak pantas seorang atasan meminta bantuan semacam itu kepada seorang prajurit yang baru masuk wamil. Apalagi, penyanyi yang tampil tidak mendapatkan kompensasi.

Pakar hukum juga menyoroti masalah ini. Mereka berpendapat, lingkungan militer yang hierarkis membuat prajurit baru sulit menolak permintaan dari atasan.

“Ada banyak preseden pengadilan yang mengakui bahwa, hierarki yang kaku dan sifat tertutup pada organisasi militer membuat prajurit sulit untuk membantah permintaan pribadi dari atasan. Poin ini sering kali menjadi dasar pending untuk penilaian pelanggaran hukum,” ujar pengacara Noh Jong Eon.

Kasus ini memicu kembali diskusi tentang etika dan relasi kuasa di dalam institusi militer. Meskipun tidak ada aturan yang dilanggar, banyak pihak menilai pentingnya menjaga profesionalisme dan kepekaan dalam berinteraksi. Para penggemar berharap Woozi tidak mengalami kejadian serupa selama menjalani wamil.