Berita

Whip Pink Rusak Saraf, Picu Adiksi: Dokter Spesialis Neurologi Ungkap!

127
×

Whip Pink Rusak Saraf, Picu Adiksi: Dokter Spesialis Neurologi Ungkap!

Sebarkan artikel ini
dokter-spesialis-saraf-ungkap-efek-penyalahgunaan-whip-pink:-saraf-rusak-hingga-picu-ketergantungan
dokter spesialis saraf ungkap efek penyalahgunaan whip pink: saraf rusak hingga picu ketergantungan

Jakarta – Penyalahgunaan gas tertawa atau nitrous oxide (N2O), yang dikenal sebagai “Whip Pink,” sangat berbahaya.

Gas ini berisiko merusak saraf.

Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis neurologi dari RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI (Purn) dr. Sholihul Muhibbi.

Sholihul menjelaskan efek jangka pendek penyalahgunaan gas ini.

Gas ini dapat menonaktifkan Vitamin B12 dalam tubuh.

“Tanpa B12 yang aktif, lapisan pelindung saraf (Mielin) akan rusak,” kata Sholihul, Kamis (29/1/2026).

Selain itu, terjadi kekacauan neurotransmiter dan kekurangan oksigen (hipoxia).

Menghirup gas N2O juga berisiko menyebabkan ketergantungan.

Secara medis, N20 memicu pelepasan dopamin di otak.

Hal ini memberikan sensasi kepuasan instan.

Efek “high” yang cepat hilang membuat otak terus menginginkan dosis berikutnya.

Kondisi ini dapat berkembang menjadi adiksi.

“Meskipun efek high-nya hanya bertahan 1-2 menit, hal inilah yang memicu perilaku binging,” jelasnya.

Penyalahgunaan “Whip Pink” juga menimbulkan efek jangka panjang.

Efek jangka panjangnya seperti kerusakan otak dan sumsum tulang belakang.

“Fenomena ini disebut Subacute Combined Degeneration (SCD),” imbuhnya.

Sholihul mencontohkan penggunaan medis N2O.

Penggunaan medis harus dicampur dengan oksigen menggunakan mesin anestesi.

Kadar oksigen harus lebih tinggi dari udara bebas (21 persen).

Penggunaan harus dilakukan oleh profesional terlatih.

“Penggunaan zat yang bertujuan mendapatkan efek rekreasional tanpa pengawasan tenaga profesional sangat berbahaya,” pungkasnya.