FENESIA – Masalah amat besar melanda Facebook, jejaring sosial terbesar di dunia ini menghadapi gugatan dari pemerintah Amerika Serikat.
Atas tuduhan anti kompetisi dan monopoli, dengan salah satu tuntutan harus melepas atau menjual WhatsApp dan Instagram.
Untuk menghalangi kompetitor, Facebook dituduh berniat menghancurkan Facebook akan berjuang keras di pengadilan dengan kemungkinan mengajukan nama TikTok sebagai salah satu argumen milik mereka.
Aplikasi TikTok adalah hasil ciptaan dari perusahaan ByteDance, yang menjadi pesaing cukup berat bagi Facebook. Bahkan jumah download TikTok sudah melebihi mereka.
Menurut mantan Managing Dircetor Facebook Australia, Stephen Scheeler, TikTok adalah contoh yang nyata bahwa kompetisi tetap ada.
Dikutip dari detik INET dari Reuters, regulator menilai kedua akuisisi itu harus dibatalkan. “Selama hampir satu dekade, Facebook telah menggunakan dominasi dan kekuatan monopolinya untuk menghancurkan rival lebih kecil, menghabisi kompetitor, semuanya dengan biaya dari para user sehari-hari,” cetus Letitia James, Jaksa Agung New York.
“Tidak ada perusahaan yang harus memiliki kekuatan begitu besar tanpa dicek dalam hal interaksi pribadi dan sosial kita. Itulah kenapa kami mengambil tindakan hari ini,” imbuhnya.
Proses pengadilan diprediksi berlangsung lama lantaran FTC sendiri yang dulu mengizinkan akuisisi digelar. Menghadapi gugatan ini, pihak Facebook menyatakan aturan anti kompetisi seharusnya tidak digunakan untuk menghukum perusahaan yang sukses.
Penasihat hukum Facebook, Jennifer Newstead, menyatakan bahwa Instagram dan WhatsApp justru sukses karena Facebook yang berinvestasi miliaran dolar untuk menumbuhkan kedua aplikasi tersebut.
“Aturan anti monopoli eksis untuk melindungi konsumen dan juga mempromosikan inovasi, bukannya untuk menghukum bisnis yang sukses,” ucap Jennifer.
“Ini adalah peringatan menakutkan bagi bisnis Amerika bahwa tidak ada penjualan yang final,” tambah dia.
Dengan memiliki WhatsApp dan Instagram, tidak dapat dipungkiri bahwa Facebook adalah perusahaan teknologi yang luar biasa besar.
Bayangkan jika ketiga layanan itu masing-masing memiliki lebih dari 1 miliar pengguna?







