BeritaPemerintahan

Wamendagri Dorong Daerah Aktif Deteksi Dini dan Transparansi Data TBC

88
×

Wamendagri Dorong Daerah Aktif Deteksi Dini dan Transparansi Data TBC

Sebarkan artikel ini
tekankan-kolaborasi-dan-keterbukaan-data,-wamendagri-wiyagus-soroti-penanganan-tbc-di-bandar-lampung
tekankan kolaborasi dan keterbukaan data, wamendagri wiyagus soroti penanganan tbc di bandar lampung

Bandar Lampung – Pemerintah pusat menargetkan penuntasan kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia dalam waktu tiga tahun ke depan. Kolaborasi lintas sektor, dukungan kepala daerah, serta transparansi data menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan, penanganan TBC kini menjadi atensi khusus Presiden. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan Tuberkulosis di Aula Gedung Semergou, Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Wiyagus menekankan pentingnya pendekatan aktif di lapangan melalui deteksi dini terhadap masyarakat yang berpotensi terpapar. Menurutnya, pemerintah daerah harus lebih proaktif menjemput bola, bukan sekadar menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

Terkait data, Wiyagus meminta pemerintah daerah untuk bersikap jujur dan transparan. Ia menegaskan bahwa data yang akurat sangat krusial agar pemerintah dapat menentukan langkah intervensi yang tepat sasaran.

“Tidak usah takut untuk memaparkan data yang sesungguhnya. Tidak perlu ada data yang disembunyikan,” tegas Wiyagus.

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung. Ia menilai daerah tersebut telah menunjukkan komitmen kuat dan kesiapan yang baik dalam upaya penanggulangan TBC di wilayahnya.Bandar Lampung – Pemerintah pusat menargetkan penuntasan kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia dalam waktu tiga tahun ke depan. Kolaborasi lintas sektor, dukungan kepala daerah, serta keterbukaan data menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan, penanganan TBC kini menjadi perhatian serius Presiden. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan Tuberkulosis di Aula Gedung Semergou, Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Wiyagus menekankan pentingnya pendekatan aktif di lapangan melalui deteksi dini terhadap masyarakat yang berpotensi terpapar. Langkah ini dinilai krusial agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya keterbukaan data dalam penanganan TBC di daerah. Menurutnya, data yang akurat dan transparan akan memudahkan pemerintah dalam menentukan langkah intervensi yang efektif.

“Tidak usah takut untuk memaparkan data yang sesungguhnya. Tidak perlu ada data yang disembunyikan,” tegas Wiyagus.

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus menilai Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menunjukkan kesiapan yang baik dalam upaya penanggulangan TBC. Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif menjangkau masyarakat, bukan sekadar menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

Selain dukungan kepala daerah, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas layanan kesehatan serta keterlibatan aktif para kader di tingkat akar rumput.

2d32aebc91746c00edf53a0e027300fd.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Spekulasi Ole Romeny gabung Persib Bandung muncul setelah kode “OveR” dalam unggahan perkenalan Ragnar Oratmangoen. Ole Romeny dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Fortuna Sittard. Ia disebut sudah menjalani tes medis dan akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan. Jika transfer terwujud, Ole akan bereuni dengan Justin Hubner di Fortuna Sittard. Kepindahan ini juga diharapkan memberi Ole…

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…