New York – Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Indeks utama Wall Street bergerak ke zona hijau didorong oleh pemulihan sektor teknologi serta meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pada pukul 09.42 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 383,86 poin atau 0,76 persen menjadi 51.169,87. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,73 persen ke level 7.460,06 dan Nasdaq Composite naik 0,76 persen menjadi 26.126,41.
Sektor teknologi menjadi motor utama pergerakan pasar setelah sempat mengalami tekanan jual pada pekan lalu akibat kekhawatiran terhadap valuasi tinggi pada saham semikonduktor. Perusahaan produsen chip seperti Intel, Broadcom, dan Micron Technology mencatatkan kenaikan harga saham dalam rentang 1,5 persen hingga 3,2 persen. Lonjakan lebih tajam dialami oleh Applied Digital yang naik hampir 11 persen pasca pengumuman kontrak sewa pusat data kecerdasan buatan senilai 5,2 miliar dolar AS dengan sebuah hyperscaler domestik.
Chief Executive Officer Mahoney Asset Management, Ken Mahoney, menilai daya tahan pasar saat ini ditopang oleh optimisme berkelanjutan terhadap kinerja korporasi. Menurutnya, para analis pasar masih terus merevisi naik proyeksi laba perusahaan, yang menjadi bantalan bagi bursa di tengah sentimen kenaikan suku bunga dan inflasi.
“Alasan mengapa saya melihat pasar masih bertahan dengan cukup baik adalah karena para analis masih belum selesai menaikkan proyeksi mereka,” ujar Mahoney.
Optimisme investor juga meluas ke sektor lain, di mana delapan dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 mencatatkan penguatan. Sektor consumer discretionary memimpin dengan kenaikan 1,6 persen, sementara sektor layanan komunikasi menguat 1,4 persen menyusul kenaikan saham Alphabet dan Meta Platforms masing-masing sekitar 2 persen. Di luar sektor teknologi, saham Nuvalent melonjak hampir 40 persen setelah GSK menyepakati akuisisi senilai 10,6 miliar dolar AS.
Sentimen positif pasar turut dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik antara Iran dan Israel. Kedua negara dilaporkan telah menghentikan serangan langsung menyusul seruan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang membantu menjaga gencatan senjata yang rapuh. Meski harga minyak dunia sempat turun lebih dari 2 persen, pelaku pasar tetap bersikap waspada mengingat belum adanya kesepakatan damai permanen dan penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data inflasi konsumen AS untuk bulan Mei yang dijadwalkan pada Rabu (10/6). Data ini krusial untuk mengukur dampak kenaikan harga energi terhadap ekonomi nasional. Selain itu, investor mencermati rencana penawaran saham perdana (IPO) berskala besar, termasuk SpaceX dan OpenAI. Rencana SpaceX untuk menghimpun dana sebesar 75 miliar dolar AS dengan valuasi 1,75 triliun dolar AS menjadi sorotan, meski memicu kekhawatiran mengenai potensi euforia berlebihan di pasar saham teknologi. Hingga akhir sesi, rasio saham yang menguat terhadap yang melemah tercatat mencapai 3,16 banding 1 di Bursa Efek New York.







