Ecozone

Wall Street Melemah Menanti Data Inflasi dan Gejolak Timur Tengah

8
×

Wall Street Melemah Menanti Data Inflasi dan Gejolak Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
c30cd5b35644cf85c7da4b51e0884238.jpg
c30cd5b35644cf85c7da4b51e0884238.jpg

New York – Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memicu aksi ambil untung di Wall Street pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Indeks utama yang sempat mencatatkan rekor tertinggi kini bergerak fluktuatif seiring dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang meredam optimisme pasar.

Hingga pukul 21.15 WIB, indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 110,97 poin atau 0,22% ke posisi 50.533,31. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite bergerak mendatar dengan kenaikan serta pelemahan tipis di kisaran 0,02%.

Sektor industri memimpin pelemahan dengan penurunan 1,1% setelah enam dari 11 sektor utama S&P 500 terperosok ke zona merah. Kondisi ini dipicu oleh eskalasi militer setelah Teheran menargetkan pangkalan udara AS sebagai respons atas serangan Washington, yang memupuskan harapan akan adanya kesepakatan damai dalam waktu dekat.

Dampak ketegangan ini langsung terasa pada pasar energi. Harga minyak dunia melonjak hampir 3% akibat kekhawatiran penutupan Selat Hormuz yang mengancam pasokan global. Kenaikan harga energi ini turut menekan saham maskapai penerbangan seperti American Airlines, Jetblue, dan Southwest Airlines yang rata-rata turun antara 1,5% hingga 2,2%.

Di tengah kekhawatiran inflasi yang mencapai laju tercepat dalam tiga tahun terakhir akibat kenaikan harga energi, pelaku pasar kini lebih berhati-hati. Namun, analis menilai data inflasi tersebut belum sepenuhnya mengubah arah kebijakan suku bunga. Fokus utama investor saat ini masih terbagi antara negosiasi politik Iran dan tren kecerdasan buatan (AI).

Meski pasar sedang tertekan, optimisme di sektor teknologi masih terjaga berkat kinerja emiten terkait AI. Saham Snowflake tercatat melonjak hingga 34% pasca pengumuman kemitraan infrastruktur AI senilai 6 miliar dolar AS dengan Amazon Web Services. Selain itu, Marvell Technology juga menguat 2,2% setelah merilis proyeksi pendapatan kuartal kedua yang melampaui estimasi pasar.

Sentimen positif juga datang dari sejumlah emiten ritel. Saham Dollar Tree melesat 16,8%, Best Buy naik 13,5%, dan Kohl’s menguat 18,5% setelah melaporkan kinerja keuangan yang solid. Sementara itu, saham sektor drone mengalami reli signifikan menyusul laporan rencana pendanaan dari pemerintahan Trump, di mana Unusual Machines melonjak hingga 40,1%.

78da44ff2e81a3d48a49adf052ce59f1.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja emiten Danantara diproyeksikan masih cukup kuat di tengah lesunya pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penurunan 29,11% sejak awal tahun alias year to date (YTD). Sejumlah indeks juga mengikuti penurunan ini, termasuk IDXBUMN20. Namun, penurunan indeks beranggotakan emiten pelat merah ini masih lebih baik dari IHSG, yaitu turun 11,73% YTD. Kepala Riset Praus Capital Marolop…

159b4b46f901e7419491e41d3bd9f2d4.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun menjelang libur. Selasa (26/5), IHSG melorot 76,16 poin atau 1,23% menjadi 6.130,19 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor asing Fenesia sell atau jual bersih Rp 1,60 triliun di seluruh pasar saat IHSG Fenesia sell asing di pasar reguler mencapai Rp 1,89 triliun. Sedangkan di pasar tunai dan pasar negosiasi, investor asing Fenesia buy atau beli bersih…

5dea4eb89cfe0a3dd50618a459854b0e.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) naik di atas 99,3 pada hari Kamis (28/5). Indeks dolar bergerak menuju level tertinggi tujuh minggu karena laporan tentang serangan baru AS terhadap fasilitas militer Iran mengaburkan prospek kesepakatan perdamaian. Kondisi tersebut juga membuat kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga tetap tinggi. Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (28/5), kedua negara juga tetap berselisih…