Ecozone

Wall Street Dibuka Menguat, Pasar Fokus pada Keputusan Suku Bunga Fed

10
×

Wall Street Dibuka Menguat, Pasar Fokus pada Keputusan Suku Bunga Fed

Sebarkan artikel ini
602acdb592732a9c9f21500ea214cd88.jpg
602acdb592732a9c9f21500ea214cd88.jpg

New York – Indeks utama di bursa Wall Street mencatatkan penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu (17/6/2026). Pergerakan positif ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham sektor semikonduktor yang sempat mengalami tekanan pada sesi sebelumnya.

Pada pukul 09.30 ET, indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 11,12 poin atau 0,02 persen ke level 52.010,79. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 8,44 poin atau 0,11 persen menjadi 7.519,79, dan indeks Nasdaq Composite naik 113,22 poin atau 0,43 persen ke posisi 26.489,56.

Sentimen pasar kembali bergairah setelah saham produsen chip menunjukkan pemulihan signifikan. Perusahaan seperti Broadcom, Micron Technology, Advanced Micro Devices, serta Intel mencatatkan kenaikan harga antara 2,3 persen hingga 3,7 persen dalam perdagangan pre-market.

Pergerakan saham di Amerika Serikat sebelumnya sempat fluktuatif pasca reli tajam pada hari Senin. Lonjakan tersebut terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdamaian awal antara Amerika Serikat dan Iran, yang berdampak langsung pada penurunan harga minyak mentah sekaligus meredakan kekhawatiran terkait inflasi global.

Saat ini, perhatian investor tertuju penuh pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang dijadwalkan rilis pada pukul 14.00 ET hari Rabu. Pasar secara luas memprediksi bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Keputusan ini diambil di tengah upaya otoritas moneter mengendalikan tekanan inflasi akibat tingginya harga minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Investor juga menantikan konferensi pers perdana dari ketua Fed yang baru. Forum tersebut menjadi krusial untuk mencermati pandangan resmi mengenai arah inflasi, tingkat pengangguran, serta prospek ekonomi nasional ke depan.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun terpantau naik tipis ke level 4,43 persen. Kepala strategi ekuitas di LPL Financial, Jeff Buchbinder, menyatakan bahwa menjaga imbal hasil obligasi di bawah 4,5 persen merupakan hal krusial bagi pasar, terutama saat harga minyak sedang mengalami penurunan.

“Hal terakhir yang ingin dilakukan Warsh adalah menaikkan imbal hasil obligasi 10 tahun secara tajam,” ujar Buchbinder. Ia menambahkan bahwa proses pengambilan kebijakan ini akan berjalan panjang dan memerlukan persetujuan komite.

Data ekonomi terbaru menunjukkan penjualan ritel AS pada Mei meningkat 0,9 persen, melampaui estimasi ekonom yang memproyeksikan kenaikan sebesar 0,5 persen. Angka ini merupakan perbaikan dari revisi penurunan 0,4 persen pada April. Meski demikian, para analis memperkirakan adanya potensi perlambatan konsumsi karena bantalan dana dari pengembalian pajak mulai menipis akibat kenaikan biaya hidup.

Pasar saat ini memproyeksikan The Fed akan menahan suku bunga sepanjang tahun ini. Namun, alat FedWatch dari CME Group mencatat adanya probabilitas sebesar 43 persen terkait potensi kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan Desember mendatang.

Optimisme pasar juga didukung oleh ketangguhan ekonomi AS dan penurunan harga minyak yang kini berada di dekat level terendah dalam tiga bulan. Harapan akan kelanjutan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran menjadi katalis positif bagi kelancaran arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz. Meski begitu, ketidakpastian politik masih membayangi mengingat Presiden Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman tersebut belum bersifat final.

Di sektor korporasi, saham perusahaan AI dan roket milik Elon Musk, SpaceX, terpantau naik 3,1 persen. Kenaikan ini terjadi setelah SpaceX resmi melampaui nilai pasar Amazon pada Selasa lalu, menjadikannya sebagai perusahaan kelima paling berharga di pasar modal.

ac2404f6397e66a174529f29076c1ef5.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) tengah mencari restu dari pemegang saham. Rencananya perusahaan ini menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2026. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik terintegrasi ini akan meminta restu dari pemegang saham untuk menggunakan aset perusahaan untuk kebutuhan pembiayaan. “Mata acara dari Rapat adalah membahas kewenangan direksi Perseroan untuk…

5fd8c2072489f42729fe112464d959dd.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) ditutup naik 2,69% pada perdagangan Rabu (17/6/2026) di level Rp 16.200 per saham. Kenaikan harga saham terjadi dalam lima hari terakhir yang telah naik 9,46% dan naik 18,68% di sepanjang tahun ini. Kenaikan harga saham GGRM cukup berbeda dengan pesaing sejenisnya yakni PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang cenderung turun di sepanjang tahun ini. Saham HMSP pada Rabu turun 3,2% di level Rp…

9c8b0c1312d4d8ae0e6037400da1c6e0.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana dual listing PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di Hong Kong melalui skema Hong Kong Depositary Receipt (HDR) disebut menjadi langkah strategis yang dapat memperluas akses pendanaan serta meningkatkan eksposur di pasar global. Dalam aksi korporasi tersebut, EMAS menawarkan sebanyak 89,66 juta HDR dengan harga penawaran HK$ 26,60 per HDR. Masa penawaran berlangsung pada 17 Juni hingga 23 Juni 2026. Langkah ini…

ae893c3205f6d4dee371db6e2f54ed15.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan hingga akhir perdagangan hari ini. Rabu (17/6/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.762 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,21% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.725 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Hingga pukul 15.00 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di…