Berita

Venezuela dan AS Berpacu dalam Pemanfaatan Cadangan Minyak Bumi

121
×

Venezuela dan AS Berpacu dalam Pemanfaatan Cadangan Minyak Bumi

Sebarkan artikel ini
50f31099d95110ec5d69e0f295b3661d.jpg
50f31099d95110ec5d69e0f295b3661d.jpg

Fenesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan berambisi menguasai cadangan minyak Venezuela. Hal ini menyusul langkah agresif yang dilancarkan terhadap negara tersebut.

Trump mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan Venezuela untuk penyerahan puluhan juta barel minyak mentah ke AS.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang terkena sanksi kepada Amerika Serikat,” ujarnya, seperti dilansir dari BBC, Rabu (7/1/2026).

Dana hasil penjualan minyak tersebut, menurut Trump, akan dikelola langsung olehnya sebagai Presiden AS. Tujuannya, untuk memastikan pemanfaatannya demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.

Venezuela memang dikenal memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Kondisi inilah yang menjadi daya tarik utama bagi Trump.

Seberapa Besar Cadangan Minyak Venezuela?

Data statistik OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) tahun 2025 mencatat, Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti mencapai 303 miliar barel.

Jumlah ini jauh melampaui Arab Saudi yang selama ini dikenal sebagai produsen minyak utama dunia. Arab Saudi sendiri memiliki cadangan minyak sebesar 267 miliar barel.

Iran menempati posisi ketiga dengan cadangan minyak terbesar, yaitu 208 miliar barel. Sementara itu, Amerika Serikat hanya memiliki cadangan minyak sekitar 45 miliar barel, bahkan lebih rendah dari Kanada, Irak, Rusia, dan Libya.

Berikut perbandingan cadangan minyak Venezuela dengan 19 negara lainnya berdasarkan data OPEC:

* Venezuela: 303,221 miliar barel
* Arab Saudi: 267,200 miliar barel
* Iran: 208,600 miliar barel
* Kanada: 163,000 miliar barel
* Irak: 145,019 miliar barel
* Uni Emirat Arab: 113,000 miliar barel
* Kuwait: 101,500 miliar barel
* Rusia: 80,000 miliar barel
* Libya: 48,363 miliar barel
* Amerika Serikat: 45,014 miliar barel
* Nigeria: 37,280 miliar barel
* Kazakhstan: 30,000 miliar barel
* China: 28,182 miliar barel
* Qatar: 25.244 miliar barel
* Brasil: 15,894 miliar barel
* Aljazair: 12,200 miliar barel
* Ekuador: 8,273 miliar barel
* Azerbaijan: 7,000 miliar barel
* Norwegia: 6,912 miliar barel
* Meksiko: 5,136 miliar barel.

Produksi Minyak Venezuela Terhambat

Meskipun memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia, produksi minyak Venezuela saat ini masih tergolong kecil.

CNN melaporkan, negara ini hanya memproduksi sekitar 860.000 barel per hari, atau kurang dari 1 persen dari total konsumsi minyak dunia.

Sanksi internasional dan krisis ekonomi yang melanda Venezuela menjadi faktor utama penurunan produksi minyak. Selain itu, kurangnya investasi dan pemeliharaan infrastruktur energi juga turut memperparah kondisi ini.

Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) mencatat, infrastruktur energi Venezuela telah memburuk dan kapasitas produksinya berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Jenis Minyak Venezuela

Venezuela memiliki jenis minyak mentah berat dan asam yang memerlukan peralatan khusus dan keahlian teknis tingkat tinggi untuk proses produksinya.

Minyak jenis ini sangat penting untuk menghasilkan produk-produk tertentu dalam proses penyulingan, seperti solar, aspal, dan bahan bakar untuk pabrik serta peralatan berat lainnya.

Akses terhadap minyak Venezuela dapat memberikan keuntungan signifikan bagi Amerika Serikat. Lokasi Venezuela yang dekat dengan AS dan harga minyak yang relatif murah menjadi daya tarik tersendiri.

Sebagian besar kilang minyak di Amerika Serikat dirancang untuk memproses minyak berat Venezuela, sehingga beroperasi lebih efisien dibandingkan menggunakan minyak dari sumber lain.