FeedSport

Veda Ega Pratama Gagal Finis Akibat Crash di Moto3 Belanda

12
×

Veda Ega Pratama Gagal Finis Akibat Crash di Moto3 Belanda

Sebarkan artikel ini
89cd288b79fbe98711aed550dc986014.jpg
89cd288b79fbe98711aed550dc986014.jpg

Assen – Harapan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk meraih podium di ajang Moto3 Belanda 2026 harus pupus lebih awal setelah dirinya mengalami kecelakaan tunggal, Minggu (28/6/2026).

Insiden tersebut terjadi saat balapan baru memasuki fase awal di Sirkuit Assen, Belanda.

Veda, yang memperkuat Honda Team Asia, kehilangan kendali motornya saat melibas tikungan ke-5.

Akibat kecelakaan tersebut, pembalap asal Gunungkidul ini dinyatakan gagal finis atau DNF (Did Not Finish).

Padahal, Veda memulai balapan dengan posisi yang sangat menjanjikan.

Ia berhasil mengamankan posisi start ketujuh, hasil yang ia peroleh dari sesi kualifikasi yang kompetitif.

Pencapaian start di baris ketiga tersebut menjadi salah satu modal terbaik Veda sepanjang musim ini.

Sebelum insiden terjadi, Veda sempat menunjukkan performa impresif dan kepercayaan diri tinggi.

Ia berhasil bangkit dari kecelakaan yang menimpanya pada sesi kualifikasi sehari sebelum balapan utama.

Evaluasi mendalam bersama tim menjadi kunci bagi Veda untuk kembali tampil cepat.

“Babak kualifikasi sungguh hari yang baik, jauh lebih baik daripada kemarin setelah kecelakaan,” ujar Veda dalam keterangan resmi Honda Team Asia, Minggu (28/6/2026).

Veda menjelaskan bahwa tim segera melakukan analisis teknis untuk memperbaiki masalah pada motornya.

“Setelah kecelakaan itu, kami menganalisis semuanya bersama tim, melihat di mana saya bisa meningkatkan performa dan di mana kami memiliki masalah dengan motor,” tambahnya.

Kerja keras tersebut terbukti membuahkan hasil positif pada sesi latihan bebas kedua dan kualifikasi.

Veda mengaku merasa jauh lebih nyaman dan percaya diri saat berada di atas lintasan.

Ia bahkan tetap optimistis meski kondisi suhu lintasan saat sesi kualifikasi sangat panas.

“Sejak awal hari, saya merasa nyaman dengan diri sendiri dan motor saya,” ungkap Veda.

Ia sempat merasa kuat saat menjalani sesi Q1 dan Q2 di sirkuit tersebut.

Namun, Veda mengakui bahwa ia sempat menemui kendala saat mencoba mencatatkan waktu tercepat dengan ban baru kedua.

“Penampilan pertama saya di Q2 sangat bagus, tetapi dengan ban baru kedua saya tidak dapat menemukan momen yang sempurna karena pengaturan waktu dengan grup tidak ideal,” jelasnya.

Meski demikian, Veda tetap menatap balapan utama dengan penuh keyakinan.

Ia merasa memulai dari baris ketiga adalah peluang emas untuk bersaing di grup terdepan.

“Bagaimanapun, memulai dari baris ketiga adalah hasil yang bagus. Saya akan melakukan yang terbaik di balapan,” tegasnya sebelum perlombaan dimulai.

Sayangnya, takdir berkata lain saat balapan berlangsung.

Veda yang sedang bertarung sengit di kelompok depan justru harus tersingkir akibat insiden di tikungan ke-5.

Kegagalan finis di Assen ini menjadi catatan evaluasi bagi Veda untuk menatap seri berikutnya.

Meski tanpa poin di Belanda, kecepatan yang ditunjukkan Veda sepanjang akhir pekan menjadi bukti bahwa ia mampu bersaing dengan para pembalap kelas dunia.