TANGERANG – Ajang lari PANCASAKTI Run 2026 kembali mengintegrasikan gaya hidup sehat dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui inisiatif penanaman 3.000 pohon.
Kegiatan penghijauan ini dijadwalkan berlangsung sehari setelah perlombaan utama yang dipusatkan di QBig BSD City, Tangerang, pada Minggu, 19 Juli 2026.
Setiap nomor peserta atau BIB yang digunakan oleh pelari akan dikonversi menjadi satu bibit pohon yang ditanam di Pusat Budaya Alam Nusantara, Tangerang, Banten.
Ketua PANCASAKTI Run 2026, Hendy Sugiono, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen konsisten perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem.
“Setiap peserta ikut berkontribusi menjaga kelestarian bumi,” ujar Hendy dalam siaran pers yang diterima pada Minggu, 28 Juni 2026.
Panitia penyelenggara berencana mengundang perwakilan pelari, komunitas lari, hingga tokoh publik untuk berpartisipasi langsung dalam prosesi penanaman tersebut.
Meskipun tahun ini mengusung tema besar bertajuk The Journey to Going Public Begins, aspek keberlanjutan lingkungan tetap menjadi pilar utama dalam penyelenggaraan ajang ini.
Hendy menambahkan, program penghijauan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan budaya dan alam bagi masyarakat luas.
Selain misi lingkungan, PANCASAKTI Run 2026 melakukan ekspansi kategori dengan menghadirkan Half Marathon sejauh 21 kilometer.
Kategori baru ini melengkapi pilihan jarak lari yang sudah ada sebelumnya, yakni 10K dan 5,5K, dengan total target peserta mencapai 5.000 orang.
Demi memacu semangat para pelari, panitia telah menyiapkan total hadiah podium sebesar Rp 230 juta serta berbagai hadiah hiburan atau doorprize.
Setiap pelari yang mendaftar juga akan menerima paket lomba atau race pack yang memiliki nilai manfaat sekitar Rp 1 juta.
CEO Pancasakti Group, Suwandy Tasmady, mengungkapkan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat di masyarakat.
Terdapat nilai tambah yang signifikan pada penyelenggaraan tahun ini dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya.
Peserta kategori Half Marathon kini memiliki kesempatan emas untuk mengikuti program undian menuju ajang bergengsi World Marathon Majors 2027.
Kesempatan tersebut terbuka bagi tiga pelari tercepat yang berhasil menyelesaikan lomba dengan catatan waktu maksimal 2 jam 30 menit.
“Program ini menjadi salah satu pembeda PANCASAKTI Run dibandingkan ajang lari lainnya di Indonesia,” kata Suwandy.
Penyelenggaraan ajang lari ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan strategis Pancasakti Group menuju rencana penawaran saham perdana atau IPO pada tahun 2029.
Melalui kegiatan ini, perusahaan berupaya memperkenalkan visi, nilai, dan komitmen bisnisnya kepada khalayak publik secara lebih luas.
Acara ini juga diproyeksikan sebagai ajang silaturahmi bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelanggan, mitra perbankan, pemasok, hingga mitra transportasi.
Komitmen terhadap keberlanjutan dan transparansi yang diusung dalam ajang ini menjadi cerminan kesiapan perusahaan dalam menatap masa depan sebagai entitas publik.













