Ecozone

UMKM Indonesia Berpeluang Besar Menembus Pasar Global, Ini Strateginya

134
×

UMKM Indonesia Berpeluang Besar Menembus Pasar Global, Ini Strateginya

Sebarkan artikel ini
5421cc1e6e488aef0fe76e76a90e2c50.jpg
5421cc1e6e488aef0fe76e76a90e2c50.jpg

Tangerang – Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih, optimistis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia mampu menembus pasar ekspor global. Keyakinan ini didukung dengan upaya pembinaan dan perluasan jejaring bisnis bagi para pelaku UMKM.

Melalui program Bakti BCA, perusahaan menghadirkan dukungan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing UMKM. “Kami percaya UMKM memiliki potensi besar untuk membawa produk unggulan Indonesia ke panggung global,” ujar John Kosasih dalam keterangan pers yang diterima pada 23 Oktober 2025.

BCA secara konsisten mendukung UMKM binaannya untuk berpartisipasi dalam perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. Acara perdagangan internasional ini berlangsung pada 15–19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang.

Tahun ini menandai partisipasi ketiga BCA dan UMKM binaannya di TEI, dimulai sejak pertama kali mengikuti acara tersebut pada tahun 2023.

Partisipasi ini merupakan tahap lanjutan dari program UMKM Bakti BCA Go Export. Program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas usaha melalui kegiatan inkubasi serta pendampingan akses pasar internasional.

Pada gelaran TEI tahun ini, sebanyak 20 UMKM binaan, yang merupakan peserta program Bakti BCA Go Export, turut serta. Seluruh UMKM ini telah melalui proses kurasi dan pembinaan intensif sejak tahun 2023 hingga 2025.

Beragam produk unggulan ditampilkan, antara lain bumbu dan rempah-rempah, perabotan dapur, kerajinan kayu, sepatu, produk cokelat, hingga kopi. “Melalui TEI 2025, kami membuka lebih banyak peluang bagi UMKM binaan untuk memperluas jejaring bisnis dan menembus pasar ekspor,” tambah John Kosasih.

TEI adalah ajang perdagangan internasional yang diprakarsai oleh Kementerian Perdagangan sejak 1985. Tahun ini, TEI mengusung tema “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries” dengan menampilkan tiga kategori utama: Food, Beverage, and Agricultural Products; Manufactured Products; serta Services & Lifestyle. Rangkaian acara juga mencakup B2B Business Matching, Trade Missions, Business Forum, dan Business Counseling.

John Kosasih juga menekankan peran penting UMKM dalam penguatan ekonomi nasional. Berdasarkan data pemerintah, UMKM berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hingga 117 juta tenaga kerja.

Kehadiran UMKM binaan BCA di TEI 2025 diharapkan dapat membuka jalan bagi perluasan akses pasar. Hal ini akan meningkatkan pendapatan mereka dan memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Program UMKM Bakti BCA Go Export merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya pada pilar UMKM dan Desa Bakti BCA.

Sebelumnya, dua UMKM Bakti BCA telah mencetak sukses sebagai contoh implementasi program ini. Pada akhir tahun 2024, UMKM asal Jember di sektor pertanian berhasil mengirimkan produknya untuk pertama kali ke Malaysia dan Papua Nugini.

Sementara itu, UMKM dari Padang yang memproduksi olahan rempah berhasil menembus pasar Thailand untuk pertama kalinya. Hingga Mei 2025, secara total nilai ekspor yang berhasil diciptakan dari UMKM Bakti BCA telah menembus angka lebih dari Rp 100 miliar.

Guna membantu UMKM menembus pasar global, BCA juga mengadakan lokakarya dan memfasilitasi penerbitan sertifikasi halal. Dalam kurun waktu 2023-2024, BCA telah menyelenggarakan pelatihan sertifikasi halal dan mendukung penerbitan sekitar 3.000 sertifikat halal untuk UMKM di seluruh Indonesia. Pada tahun 2025, program pelatihan sertifikasi halal ini berlanjut dengan target memfasilitasi penerbitan 2.000 sertifikat halal bagi UMKM.