BeritaEcozoneEkonomi

METI Ungkap Delapan Syarat Utama Kejar Target PLTS 100 Gigawatt

11
×

METI Ungkap Delapan Syarat Utama Kejar Target PLTS 100 Gigawatt

Sebarkan artikel ini
meti-yakin-target-plts-100-gw-bisa-tercapai,-ungkap-8-tantangan
meti yakin target plts 100 gw bisa tercapai, ungkap 8 tantangan

Jakarta – Plt Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Norman Ginting, menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah mampu mencapai target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total 100 Gigawatt (GW). Menurutnya, target tersebut sangat realistis untuk diwujudkan, namun dengan catatan harus ada penyelesaian terhadap delapan tantangan mendasar.

Norman menekankan bahwa keberhasilan misi ambisius ini bergantung pada kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem energi terbarukan yang kokoh.

“METI percaya target 100 GW bisa dicapai jika seluruh ekosistem bergerak bersama. Tantangan mencapai target 100 GW harus dapat kita atasi bersama,” kata Norman di Jakarta, Selasa (30/6).

Ia merinci delapan hambatan utama yang menjadi syarat mutlak untuk segera dibenahi. Tantangan tersebut mencakup aspek ketersediaan lahan, keterbatasan teknis terkait intermitensi, kesiapan infrastruktur, hingga sektor pembiayaan.

Selain itu, terdapat persoalan mendasar lainnya seperti kepastian hukum, kebijakan dan peraturan pendukung, rantai pasok industri, serta kesiapan sumber daya manusia.

Dalam pandangan Norman, PLTS merupakan bentuk energi terbarukan yang paling mudah diakses. Indonesia memiliki keunggulan geografis sebagai negara tropis yang mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun.

“Energi terbarukan tenaga surya itu bisa akses dari mana pun sepanjang Matahari ada. Dan itu sumber energi yang sangat melimpah di kita, sepanjang tahun ada, di seluruh masyarakat ada, dimanapun ada, di desa, di kota, ataupun di dunia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu poin krusial yang memerlukan perhatian khusus adalah sistem penyimpanan energi. Hal ini sangat diperlukan agar pasokan listrik dari PLTS dapat terdistribusi dengan stabil selama 24 jam penuh.

Norman juga menyoroti bahwa biaya pemanfaatan tenaga surya saat ini semakin ekonomis. Bahkan, ia mengeklaim harga energi dari panel surya kini bisa lebih kompetitif dibandingkan dengan energi dari bahan bakar diesel.

Dari sisi keberlanjutan, penggunaan tenaga surya menawarkan nilai tambah berupa daya tahan perangkat yang cukup lama. Tercatat, instalasi panel surya memiliki masa pakai yang mencapai 25 tahun.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kehadiran PLTS bukan sekadar bertujuan menyediakan akses listrik semata. Keberadaan energi ini diyakini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di pedesaan melalui akselerasi perekonomian.

“Jadi bagaimana kita bisa menghadirkan listrik itu, tadi itu intinya, ekonomi bisa meningkat. Kalau ekonomi meningkat, ya pasti ini terjadi, ekosistem itu semua terbentuk,” pungkasnya.