Berita

Transaksi Nontunai Meningkat, OJK Prediksi ATM Terus Menyusut

132
×

Transaksi Nontunai Meningkat, OJK Prediksi ATM Terus Menyusut

Sebarkan artikel ini
transaksi-nontunai-meningkat,-ojk-prediksi-atm-terus-menyusut
transaksi nontunai meningkat, ojk prediksi atm terus menyusut

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan jumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) akan terus menurun.

Hal ini seiring dengan masifnya adopsi teknologi digital di sektor jasa keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut penurunan jumlah ATM adalah keputusan bisnis masing-masing bank.

Namun, perkembangan teknologi informasi di bidang keuangan menjadi faktor utama.

“Tidak tertutup kemungkinan tren penurunan jumlah ATM akan terus berlanjut seiring meningkatnya adopsi teknologi informasi di bidang keuangan yang semakin masif,” ujar Dian, Senin (26/1/2026).

Menurut Dian, hal ini berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank.

Berdasarkan Laporan Surveillance Perbankan Indonesia OJK, jumlah mesin ATM, Cash Deposit Machine (CDM), dan Cash Recycling Machine (CRM) hingga kuartal III 2025 tercatat 89.774 unit.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 91.173 unit. Terdapat penurunan 1.399 unit dalam satu tahun.

Dian menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital memungkinkan nasabah mengakses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja.

“Semakin mudahnya akses layanan melalui aplikasi dan platform daring, serta meningkatnya penggunaan pembayaran nontunai, membuat kebutuhan penggunaan ATM menjadi semakin minimal,” jelasnya.

Perbankan juga terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional. Penguatan layanan digital dinilai dapat mendukung efisiensi melalui pengurangan biaya infrastruktur fisik serta optimalisasi proses layanan.

“Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat kinerja keuangan dan mendukung profitabilitas perbankan,” kata Dian.

Selain berdampak pada efisiensi industri, pemanfaatan teknologi digital juga mendorong perluasan transaksi nontunai di masyarakat.

Sistem pembayaran nontunai dinilai mampu membuat aktivitas ekonomi berjalan lebih efisien dan berpotensi meningkatkan aktivitas perekonomian secara lebih luas.

“Sistem cashless dapat mendukung transaksi ekonomi agar berjalan lebih efisien, sehingga diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas perekonomian ke depan,” ujarnya.