Berita

TPNPB/OPM Serang Teluk Bintuni, Prajurit TNI Gugur dalam Kontak Senjata

90
×

TPNPB/OPM Serang Teluk Bintuni, Prajurit TNI Gugur dalam Kontak Senjata

Sebarkan artikel ini
41e932059c0ef304f9690d8afc6bda9b.jpg
41e932059c0ef304f9690d8afc6bda9b.jpg

Manokwari – Seorang prajurit TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Yonif 410/Alugoro, Prajurit Kepala Amin Nurohman, gugur usai diserang kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM) di Distrik Moskona Utara, Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Sabtu (11/10). Insiden fatal ini dikonfirmasi oleh Kodam XVIII/Kasuari pada Minggu (12/10).

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Infanteri J. Daniel P. Manalu, menjelaskan bahwa penyerangan terjadi sekitar pukul 13.30 WIT di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara.

Saat kejadian, Praka Amin Nurohman bersama personel Satgas Yonif 410/Alugoro lainnya tengah menjalankan tugas anjangsana atau kunjungan ke warga setempat.

Dalam serangan tersebut, kelompok TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya pimpinan Demi Moss juga merampas satu pucuk senjata api milik almarhum.

Daniel menegaskan, aksi kekerasan ini menambah panjang daftar insiden bersenjata yang dilakukan kelompok separatis terhadap aparat keamanan maupun warga sipil di wilayah Papua Barat.

Kodam XVIII/Kasuari saat ini sedang melakukan langkah pengamanan lanjutan dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memastikan situasi di sekitar Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara, tetap kondusif.

“Peristiwa ini menunjukkan bentuk kekejaman yang kerap dilakukan kelompok bersenjata terhadap TNI dan Polri maupun masyarakat umum,” ujarnya.

Jenazah Praka Amin Nurohman kini sedang dalam proses evakuasi dari Teluk Bintuni menuju kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.

Kodam XVIII/Kasuari berkomitmen penuh untuk mengejar dan menangkap para pelaku penembakan tersebut.