FENESIA – Produsen sebagian mobil Toyota di dalam negeri, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Innova, Fortuner, Vios, ataupun Yaris berpeluang untuk  menggunakan teknologi hybrid.

Saat ini keempat model tersebut adalah mobil yang menggunakan mesin konvensional yang diproduksi TMMIN di pabrik Karawang, Jawa Barat. Selain dijual di Indonesia, pemasarannya juga dilakukan untuk ekspor.

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam mengungkapkan prinsipal Toyota mempersiapkan semua bentuk mobil elektrifikasi. Kedepannya, Toyota akan berusaha memilih teknologi mana yang cocok untuk negara tertentu, termasuk Indonesia, sesuai peraturan yang ditetapkan.

Bob mengklaim pihaknya telah menyiapkan 10 model kendaraan listrik untuk lima tahun ke depan. Pernyataan ini sesuai yang disampaikan delegasi Toyota Motor Corporation saat bertemu virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 8 Desember.

Dalam diskusi virtual tersebut, Bob mengatakan, “Sudah kita persiapkan model-model hybrid mudah-mudahan bisa diterima publik Indonesia.”

Ia juga menegaskan Toyota akan memproduksi mobil hybrid di Indonesia pada 2022. Hal ini juga sesuai dengan yang pernah diungkap Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono pada September 2019.

Bob mengatakan, perusahaan melihat kesempatan memproduksi mobil hybrid untuk dijual di Indonesia sekaligus ekspor. Menurutnya, ada dua cara untuk memenuhi peluang tersebut, yakni mendesain model hybrid baru atau membuat model yang sudah ada menjadi hybrid.

“2022 kita akan memproduksi model-model hybrid. Hybrid baru atau meng-hybrid-kan model yang sudah ada sehingga bisa menjaga suplai chain tetap ada dan teknologi baru bisa diadopsi, apalagi model tersebut sudah diterima di pasar ekspor,” ungkapnya.

Bob tidak menjelaskan lebih detail soal mengubah model yang sudah ada menjadi hybrid, walau begitu dugaan soal ini mengarah pada Innova atau Fortuner. Dua produk yang dirancang menggunakan Innovative International Multi-purpose Vehicle (IMV) ini sudah menjadi andalan penjualan domestik dan ekspor.

“Bisa sekalian untuk pasar domestik dan ekspor. Ya, kira-kira sudah bisa baca lah, kira-kira arah ke model yang mana,” ungkap Bob.

Yang menariknya, Bob juga mengatakan ada peluang mobil hybrid di negara yang menerapkan green tourism seperti di Uni Emirat Arab, salah satu sasaran terbesar ekspor Innova dan Fortuner.

“Kita melihat kemungkinan ke depan yang namanya green industry akan akselerasi usai pandemi. Pariwisata juga mengandalkan udara yang bersih, green tourism. Model-model emisi rendah akan inline dengan strategi pariwisata. Dubai [kota terpadat di UEA] kan akan jadi MICE, mereka sangat memperhatikan lingkungan udara,” pungkasnya.

Saat ini mobil hybrid Toyota yang dijual di Indonesia yaitu Corolla Altis, Camry, Corolla Cross, dan C-HR. Akan tetapi, semua unitnya merupakan bukan produksi dalam negeri.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *