FENESIA – Tottenham Hotspur dan Manchester United menunjukkan performa yang bertolak belakang di musim ini dalam kompetisi yang berbeda.
Di Premier League, kedua tim tampil di bawah ekspektasi, jauh dari persaingan gelar juara, bahkan terancam zona degradasi.
Tottenham saat ini berada di peringkat ke-16 dengan 38 poin, sementara Manchester United (MU) satu tingkat di atasnya dengan 39 poin.
Dari 35 pertandingan, Tottenham hanya mampu meraih 11 kemenangan dan 5 hasil seri, dengan 19 kekalahan. MU sedikit lebih baik dengan 10 kemenangan, 9 seri, dan 16 kekalahan.
“Kami sangat kecewa dengan performa di liga. Target kami sebenarnya adalah bersaing di papan atas,” ujar seorang sumber internal Tottenham yang enggan disebutkan namanya.
Namun, performa buruk di liga domestik tidak mencerminkan penampilan mereka di kompetisi Eropa. Keduanya menunjukkan daya saing yang lebih baik di ajang kontinental.
Tottenham berhasil menempati peringkat keempat di fase liga, sementara MU berada di posisi ketiga dan tidak terkalahkan.
Di fase gugur, Tottenham sukses menaklukkan AZ Alkmaar, Eintracht Frankfurt, dan Bodo/Glimt. MU juga tampil meyakinkan dengan mengalahkan Real Sociedad, Olympique Lyon, dan Athletic Bilbao.
“Kami berusaha untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, dan kami senang bisa melaju sejauh ini di Liga Europa,” kata seorang sumber di internal MU.
Kedua tim akan bertemu di final Liga Europa yang akan digelar di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, pada Rabu (21/5). Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Tottenham dan MU untuk membuktikan kualitas mereka di panggung Eropa.














