Jakarta – Sejumlah daerah di Indonesia diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat dalam tiga hari ke depan, yaitu pada periode 18 hingga 21 Mei.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Monsun Australia mengalami sedikit pelemahan selama sepekan ke depan. Sementara itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) meningkat pada fase 3 dan mulai berdampak pada wilayah Indonesia.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini membuka peluang masuknya massa udara yang lebih lembap dari perairan barat Sumatra, sehingga kandungan uap air di sebagian wilayah Indonesia bagian selatan dapat kembali meningkat.
Aktivitas MJO diprakirakan melintasi sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Sulawesi bagian selatan, dan Papua. Selain itu, dinamika atmosfer juga dipengaruhi oleh fenomena gelombang tropis. Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sedangkan Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diperkirakan aktif di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilalui. Selain itu, sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di sekitar Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Sulawesi. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di sekitar pusat sirkulasi siklonik.
BMKG menambahkan, “Kombinasi antara pelemahan monsun, peningkatan suplai uap air, aktivitas gelombang tropis, dan pola belokan serta perlambatan angin tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah yang terdampak.”
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat selama tiga hari ke depan meliputi Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.














