Berita

TB Hasanuddin Kecam Israel yang Menangkap Relawan Kemanusiaan Indonesia di Gaza

8
×

TB Hasanuddin Kecam Israel yang Menangkap Relawan Kemanusiaan Indonesia di Gaza

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengecam keras tindakan militer Israel yang mengintersepsi dan menangkap sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina. Ia menegaskan, aksi terhadap kapal sipil di perairan internasional tersebut merupakan pelanggaran serius hukum internasional.

Politisi PDI-Perjuangan ini menilai tidak ada pembenahan hukum atas penangkapan relawan dan jurnalis sipil tersebut. Baginya, insiden ini bukan sekadar masalah keselamatan WNI, melainkan tantangan nyata terhadap prinsip perlindungan misi kemanusiaan dunia.

“Penangkapan terhadap relawan kemanusiaan dan jurnalis sipil di perairan internasional tidak dapat dibenarkan. Ini bukan hanya menyangkut keselamatan WNI, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan terhadap misi kemanusiaan,” ujar TB Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5/2026).

Hasanuddin menambahkan, tindakan Israel semakin memperumit krisis di Palestina. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap pekerja kemanusiaan dan jurnalis adalah prinsip universal yang wajib dijunjung tinggi oleh pihak mana pun dalam situasi konflik.

Data mencatat terdapat sembilan WNI yang tergabung dalam misi tersebut di bawah koordinasi Global Peace Convoy Indonesia. Sebanyak lima orang telah ditangkap militer Israel, sementara empat lainnya masih dalam perjalanan menuju perairan Gaza. Dua di antara yang ditahan diketahui merupakan jurnalis, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

Menyikapi situasi tersebut, Hasanuddin mendesak Kementerian Luar Negeri RI segera mengambil langkah diplomasi intensif, baik secara bilateral maupun multilateral. Ia mendorong pemerintah untuk menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB dan melibatkan Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

“Pemerintah harus bergerak cepat melalui jalur diplomasi bilateral maupun multilateral. Indonesia perlu menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB, serta meminta Komite Internasional Palang Merah melakukan intervensi langsung demi memastikan kondisi para WNI,” tegasnya.

Terpisah, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, memastikan bahwa rombongan relawan tersebut murni menjalankan misi kemanusiaan. Ia menegaskan para relawan tidak membawa senjata, melainkan hanya bantuan logistik dan dukungan bagi warga sipil Palestina.

“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” ungkap Andi dalam keterangan resminya.