FENESIA – Taylor Swift mendesak pemerintah Tennessee Historical Commission untuk menyingkirkan dua patung yang dianggap sebagai sosok yang memalukan dalam sejarah Amerika Serikat. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk dukungan melawan rasisme.
Dikutip dari situs Asiaone, patung yang dimaksud pelantun lagu Back to December tersebut adalah Nathan Bedford Forrest, setelah monumen Edward Carmack dijatuhkan demonstran dalam gerakan Black Lives Matter.
“Sebagai warga Tennesse, saya muak melihat dua monumen tersebut berdiri di negara bagian kami, merayakan sejarah figur melambangkan rasisme yang melakukan hal-hal mengerikan,” ucap Swift.
“Edward Carmack dan Nathan Bedford Forrest adalah dua figur tak pantas yang tak seharusnya diperlakukan seperti pahlawan,” tambahnya.
Kabarnya, patung Edward Carmack rencananya akan diganti, tapi narasi tersebut ditentang penyanyi 30 tahun ini. “Aksi itu hanya menghabiskan uang saja dan mengurangi kesempatan berbuat hal yang benar,” ujarnya.
Kritik keras ini disampaikan Taylor Swift saat meminta Capitol and Tennessee Historical Commission untuk membantu membuat perubahan.
Taylor Swift, dalam cuitannya di Twitter mengatakan, upaya menyingkirkan patung-patung tak akan membuat sistem yang berjalan selama berabad-abad, kekerasan, dan kebencian yang harus ditanggung komunitas kulit hitam menjadi lebih baik.
Tapi, Taylor Swift menganggap sebagai langkah kecil untuk membuat semua warga Tennesse dan pengunjung merasa aman. “Kita perlu mengubah persepsi pada figur yang dihargai lewat patung dari pahlawan jadi penjahat,” tulisnya.













