Berita

Rupiah Berpotensi Menguat, Kesepakatan Tarif AS Pengaruhi Pasar

63
×

Rupiah Berpotensi Menguat, Kesepakatan Tarif AS Pengaruhi Pasar

Sebarkan artikel ini
rupiah-diprediksi-menguat-seiring-harapan-kesepakatan-tarif-dengan-as
rupiah diprediksi menguat seiring harapan kesepakatan tarif dengan as

Jakarta – Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring harapan kesepakatan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan mitra dagangnya, usai tercapainya perjanjian dengan Uni Eropa (UE).

Namun, penguatan rupiah diperkirakan akan terbatas.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut investor mengantisipasi sikap hawkish The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini.

Kesepakatan perdagangan AS dan UE mencakup tarif nol untuk sejumlah produk strategis, seperti pesawat, komponen pesawat, bahan baku kritis, bahan kimia, obat generik, peralatan semikonduktor, produk pertanian, dan sumber daya alam.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan UE akan membeli gas alam cair, minyak bumi, dan bahan bakar nuklir dari AS dalam jumlah besar. Langkah ini bertujuan diversifikasi pasokan dan memperkuat ketahanan energi Eropa.

Nilai energi yang akan diimpor UE dari AS diperkirakan mencapai 750 miliar dolar AS selama tiga tahun, atau sekitar 250 miliar dolar AS per tahun.

Lukman menilai potensi penguatan rupiah tetap terbatas karena The Fed diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Gubernur Bank Sentral AS kemungkinan akan kembali mengeluarkan pernyataan hawkish terkait pengendalian inflasi.

Data ekonomi AS seperti tenaga kerja Nonfarm Payrolls (NFP), inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), dan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II yang diperkirakan menguat, turut mendukung penguatan dolar AS.

Dengan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.250-Rp 16.400 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan Senin pagi di Jakarta, nilai tukar rupiah melemah 9 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 16.329 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.320 per dolar AS.