Bogor – Retno Paradinah tetap setia mendampingi Zulkifli alias Zul Zivilia, suaminya yang mendekam di Lapas Gunung Sindur. Zul divonis 18 tahun penjara.
Zul Zivilia merasa bersyukur atas kesetiaan Retno. Ia telah menjalani hukuman selama enam tahun.
“Intinya senakal-nakalnya saya dulu, dia tahu saya ini orang baik,” kata Zul.
“Ada sisi baikku yang luar biasa, yang tidak bisa didapatkan dari suami-suami lain,” tambahnya.
Retno menjadi tulang punggung keluarga sejak Zul ditangkap pada Maret 2019 karena kasus narkoba. Ia seorang diri membesarkan empat anak.
Awalnya, Retno menyembunyikan fakta pahit ini dari anak-anaknya. Ia mengatakan ayah mereka sedang “nyantri”.
Namun, seiring waktu, ia perlahan mengungkapkan kebenaran.
“Ya enggak mudah sih, enam tahun lebih ditinggal suami. Tapi di situ cobaannya, aku coba berusaha tegar,” ujar Retno.
Ia mengaku sering tergoda untuk menyerah, namun ia menolak.
Musik dan tawa anak-anak menjadi penawar sepi saat kunjungan.
Dukungan orang tua dari kedua belah pihak menjadi fondasi utama yang membuatnya tetap kuat.
Zul menyadari betapa beruntungnya ia.
Di dalam lapas, ia melihat banyak rekan yang terpuruk karena ditinggalkan pasangan.
“Bebannya berat sekali kalau sudah di dalam, lalu tidak ada dukungan keluarga,” tutur Zul.
Kini, Zul fokus pada kesejahteraan istri dan anak-anaknya.
Zul mendapat remisi berkat kelakuan baiknya, sehingga masa hukumannya dipangkas.
Meski harus memakai alat pemantau GPS saat tampil bermusik di luar lapas, harapan baru muncul.
Zul dijadwalkan bebas bersyarat pada tahun 2027.
Bagi Retno, tahun 2027 adalah akhir penantian panjang dan awal babak baru kehidupan mereka.
Ini adalah bukti bahwa kesetiaan yang dirawat dengan doa dan kerja keras akan menemukan jalan pulang.







