News

Menlu dan Ketua MPR RI Hadiri Pemakaman Presiden Iran

6
×

Menlu dan Ketua MPR RI Hadiri Pemakaman Presiden Iran

Sebarkan artikel ini
9eab7c5dadf6432cf7f656a757f28ca3.jpg
9eab7c5dadf6432cf7f656a757f28ca3.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan segera bertolak menuju Iran untuk menghadiri prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat akibat serangan udara Amerika Serikat pada 28 Februari 2026.

Diplomasi tingkat tinggi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan resmi pemerintah Indonesia terhadap sosok pemimpin yang memiliki pengaruh besar di kawasan Timur Tengah tersebut.

“Kita berencana akan hadir ini kami masih menunggu jawaban, waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri upacara pemakaman tersebut, karena seperti kita ketahui juga bahwa ada prosesi yang dilakukan terkait dengan rangkaian acara dari pemakaman,” kata Sugiono, di Jakarta, Senin (6/7).

Perjalanan diplomatik ini tidak dilakukan sendirian oleh pihak Kementerian Luar Negeri.

Sugiono memastikan bahwa ia akan didampingi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam kunjungan kenegaraan tersebut.

“Rencananya yang akan berangkat Menlu RI bersama dengan Ketua MPR RI,” ucapnya.

Delegasi Indonesia diprediksi akan tiba di Iran pada 9 Juli mendatang guna mengikuti rangkaian upacara penghormatan terakhir.

Terkait keterlambatan kehadiran delegasi pada rangkaian awal pemakaman, ia memberikan penjelasan mengenai kendala teknis dan protokoler yang terjadi di lapangan.

Ia menyebutkan bahwa jadwal awal yang direncanakan pada tanggal 3 Juli sempat terhambat oleh kondisi logistik dan situasi keamanan di Teheran.

“Kemarin memang dijadwalkan tanggal 3 karena kebetulan masih berada di Teheran, jadi secara logistik masih memungkinkan, dari komunikasi yang terus kita lakukan bahwa karena penghormatan terhadap beliau sangat besar, kemudian massa juga sangat besar di sana, pihak Iran masih mencoba untuk mencari titik/spot menerima kunjungan ini,” lanjutnya.

Besarnya antusiasme massa di lokasi pemakaman membuat otoritas setempat harus mengatur ulang alur kunjungan bagi delegasi asing.

Pemerintah Indonesia terus membangun komunikasi intensif dengan pihak Iran untuk memastikan kelancaran prosesi kunjungan delegasi tingkat tinggi ini.

Langkah ini menjadi krusial di tengah memanasnya situasi geopolitik pasca-insiden serangan udara yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Kehadiran Menlu dan Ketua MPR diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara di masa transisi kepemimpinan Iran.

Hingga saat ini, pihak Kementerian Luar Negeri masih menunggu konfirmasi final mengenai titik lokasi pertemuan dan waktu spesifik dari otoritas Iran.

Seluruh persiapan teknis dan pengamanan delegasi terus dikoordinasikan secara ketat agar kunjungan berjalan sesuai dengan protokol diplomatik internasional.

Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menghormati prosesi kenegaraan yang saat ini tengah berlangsung di Iran sebagai bentuk solidaritas antarnegara.