FENESIA – Davide Brivio resmi meninggalkan tim balap MotoGP Suzuki Ecstar dan MotoGP pada Kamis 7 Januari 2021. Namun, kepergiannya dari MotoGP dan Suzuki bukan berarti ia keluar dari dunia balap.
Pria berusia 60 tahun ini pindah ke tim F1 Alpine musim 2021.
Sebelumnya, tersiar kabar bahwa Brivio akan menjabat sebagai CEO Alpine, nama baru dari tim Renault di F1 2021. Jabatan tersebut sebagian salah satu perombakan manajemen Alpine.
Mengutip dari CNN Indonesia, “Ini tantangan profesional yang baru dan kesempatan ini akhirnya saya memutuskan menerimanya.”
Pria berkebangsaan Italia ini mengungkapkan bahwa meninggalkan tim
Suzuki dan MotoGP bukan keputusan mudah. Apalagi, pada musim lalu Joan Mir, pembalap Suzuki Ecstar, berhasil menjadi juara dunia.
“Ini merupakan keputusan yang sulit. Bagian tersulit adalah meninggalkan sekelompok orang yang luar biasa ini, dengan siapa saya memulai proyek ini ketika Suzuki kembali bergabung dalam kejuaraan.”
“Sulit juga untuk mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang yang selama bertahun-tahun menciptakan tim yang hebat ini,” ucapnya.
Walaupun sedih, Brivio yang menjadi sempat menjadi manajer tim Yamaha MotoGP dari 2007 hingga 2010 itu mengaku punya motivasi lain dengan Alpine. Sekali lagi, F1 merupakan tantangan baru.
Ia menambahkan, “Tantangan baru. Ini kunci ketika saya di antara memperbarui kontrak dengan Suzuki atau memulai pengalaman yang sama sekali baru.”
Kepergian Brivio ke Alpine adalah kehilangan besar bagi Suzuki. Tim yang berbasis di Hamamatsu, Jepang itu pun memiliki tugas besar untuk mencari pengganti Brivio.
“Meraih gelar MotoGP adalah sesuatu yang akan tetap ada di buku sejarah Suzuki dan akan selalu memiliki tempat khusus dalam kenangan hidup saya,” ungkap Brivio.







