Berita

Relawan Ungkap Pertemuan Eggi Sudjana dan Jokowi, Apa yang Dibahas?

75
×

Relawan Ungkap Pertemuan Eggi Sudjana dan Jokowi, Apa yang Dibahas?

Sebarkan artikel ini
03bef1a1a98338897c66b1f292201b9e.jpg
03bef1a1a98338897c66b1f292201b9e.jpg

Solo – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan silaturahmi dari Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kediaman pribadinya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026). Pertemuan ini menjadi sorotan publik mengingat status Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang saat ini menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik.

Kabar pertemuan tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi (ReJO) Prabowo-Gibran, Muhammad Rahmad. Ia menyebutkan bahwa dirinya dan Ketua Umum ReJO Darmizal turut mendampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dalam kunjungan tersebut.

“Benar, pada Kamis kemarin saya bersama Pak Darmizal mendampingi Pak Eggi Sudjana, Pak Damai Hari Lubis, serta kuasa hukum Pak Eggi berkunjung ke kediaman Bapak Jokowi. Alhamdulillah, kami semua disambut dengan sangat baik,” ujar Rahmad kepada media, Jumat (9/1/2026).

Suasana pertemuan disebut berlangsung dalam suasana haru dan kekeluargaan. Rahmad bahkan mengungkapkan Eggi Sudjana memimpin doa di akhir pertemuan, mendoakan Jokowi dan keluarga.

“Saat pertemuan tidak ada foto dan video, namun sangat mengharukan. Karena pertemuan sangat terbatas dan tertutup, tidak sempat mendokumentasikan. Namun, saya menyaksikan sendiri bagaimana Pak Eggi dan Pak Damai Hari Lubis berpelukan dengan Pak Jokowi sangat erat. Kami yang menyaksikan turut berkaca kaca,” ungkap Rahmad.

Sebelumnya, ajudan Jokowi, Ajun Komisaris Besar Polisi Syarif Muhammad Fitriansyah, juga membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Jokowi menerima Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dalam rangka silaturahmi.

Pertemuan ini menjadi perbincangan hangat karena Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis berstatus tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait laporan dugaan ijazah palsu yang diajukan oleh Jokowi ke Polda Metro Jaya.

Rahmad berharap pertemuan ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai komunikasi antar tokoh publik penting untuk menjaga persatuan nasional.