Ecozone

Regulasi Tambang Semakin Jelas, Sentimen Positif Dorong Kenaikan Saham Nikel

10
×

Regulasi Tambang Semakin Jelas, Sentimen Positif Dorong Kenaikan Saham Nikel

Sebarkan artikel ini
0bcb2268558b6e46228fc39db53e1751.jpg
0bcb2268558b6e46228fc39db53e1751.jpg

Jakarta – Pemerintah memberikan sinyal positif bagi industri pertambangan nasional melalui kejelasan arah kebijakan fiskal dan operasional sektor mineral. Dalam rapat koordinasi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), otoritas menegaskan bahwa skema gross split hanya berlaku secara eksklusif untuk sektor minyak dan gas bumi, sementara industri mineral dan batu bara dipastikan tidak akan terpengaruh oleh perubahan skema tersebut.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Hasan Barakwan, dalam risetnya tertanggal 9 Juni 2026, menyatakan bahwa ketegasan pemerintah ini menjadi katalis penting bagi pasar. Menurutnya, keputusan tersebut berhasil menghilangkan salah satu ketidakpastian utama yang sebelumnya membebani sentimen pelaku industri.

Hasan menekankan bahwa penegasan mengenai batasan skema gross split tersebut menghapus kekhawatiran yang sempat beredar luas di kalangan investor. Hal ini dinilai sebagai langkah konstruktif yang memberikan kepastian baru bagi pengembangan bisnis di sektor nikel.

Selain kepastian fiskal, pemerintah juga membuka ruang bagi fleksibilitas kuota produksi melalui mekanisme Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Dalam skema baru ini, pemerintah memungkinkan penyesuaian volume produksi yang lebih adaptif, di mana produksi dapat ditingkatkan saat harga komoditas menguat dan ditahan saat harga melemah untuk menjaga stabilitas pasar.

Hasan menilai pendekatan ini sebagai strategi yang responsif terhadap harga, yang mencerminkan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan negara tanpa harus mengganggu keseimbangan harga di pasar global. Meskipun terdapat potensi penambahan kuota pada paruh kedua tahun 2026, dampaknya terhadap harga bijih nikel diperkirakan tetap terbatas.

Saat ini, Harga Patokan Mineral (HPM) nikel berada di kisaran US$ 60 per ton, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya yang berada di rentang US$ 45 hingga US$ 50 per ton. Hasan menegaskan bahwa tambahan kuota tidak secara otomatis akan menekan harga secara signifikan karena kondisi harga saat ini masih mendukung profitabilitas produsen.

Terkait emiten di sektor nikel, Hasan menyoroti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai pilihan utama bagi investor. Menurutnya, ANTM memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap risiko perubahan kebijakan royalti di masa depan.

Lebih dari 50 persen pendapatan ANTM berasal dari perdagangan emas domestik yang tidak dikenakan royalti dan tidak bergantung pada pasar ekspor. Selain itu, porsi ekspor perusahaan yang hanya sekitar 2 persen membuat eksposur terhadap risiko eksternal menjadi relatif kecil dibandingkan emiten lainnya.

Maybank Sekuritas Indonesia juga memproyeksikan ANTM berpotensi memperoleh tambahan RKAB pada semester II tahun 2026 yang akan menopang pertumbuhan volume produksi. Secara keseluruhan, sektor nikel dinilai memiliki prospek positif dalam jangka pendek hingga menengah.

Untuk rekomendasi saham, Hasan memberikan peringkat beli untuk ANTM dengan target harga Rp 4.700 per saham. Saham Merdeka Copper (MDKA) juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.800 per saham, dan Vale (INCO) dengan target harga Rp 8.000 per saham. Sementara itu, saham Bumi Resources Minerals (BRMS) diberikan rekomendasi tahan (hold) dengan target harga Rp 950 per saham.

63f3e08600bc1728530dc25d055d987b.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat salah satu penurunan bulanan terdalam dalam beberapa tahun terakhir dengan pelemahan sekitar 12% pada Mei 2026. Tekanan jual besar-besaran terjadi setelah sejumlah perubahan kebijakan diumumkan pemerintah, yang memicu aksi keluar investor asing secara masif dari pasar modal Indonesia. Analis CGS International Sekuritas Indonesia, Hadi Soegiarto, dalam riset tertanggal 10 Juni…

e9c63d9ca488dadf9dd3051a07e4e9d2.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) berencana menambah lini bisnis baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Perusahaan yang melantai di bursa pada 12 Februari 2024 ini selama ini bergerak di bidang manufaktur, perdagangan, penyewaan, perbaikan, serta suku cadang pompa untuk industri minyak, gas, dan pertambangan. Direktur Utama MKAP, Eric Handoko, menyatakan, langkah perluasan bisnis ini sejalan dengan dinamika…

1d62b5fa5d258fc022ec5502e073efe7.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada 88 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan tahun 2025. Dalam Pengumuman Bursa No.Peng-S-00016/BEI.PLP/06-2026, batas waktu penyampaian laporan keuangan auditan tahunan per 31 Desember 2025 adalah pada Selasa, 31 Maret 2026. Berdasarkan pemantauan Bursa per 30 Mei 2026, sebanyak 88 emiten belum menyampaikan laporan keuangan per 2025. Baca Juga: Rupiah Menguat…

fe61b3cd1122cd003c7b0a97f3c52c93.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dukungan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan kembali masuknya aliran modal asing ke instrumen domestik menjadi penopang utama mata uang Garuda. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6), menguat 0,72% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp 17.989 per dolar AS….

6b6f158f6fd40008fbc3c2da84867c1c.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai sebesar-besarnya Rp 500 miliar. Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, buyback saham ini merupakan bagian dari strategi BRI untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental kinerja perseroan serta prospek pertumbuhan jangka panjang…