Berita

Prabowo Terima Pujian Lee Jae-myung, Bahas Kerja Sama

103
×

Prabowo Terima Pujian Lee Jae-myung, Bahas Kerja Sama

Sebarkan artikel ini
saat-lee-jae-myung-puji-prabowo:-tingkat-kepuasan-publik-80-persen,-ini-luar-biasa
saat lee jae myung puji prabowo: tingkat kepuasan publik 80 persen, ini luar biasa

Gyeongju – Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung puji tingkat kepuasan publik terhadap satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 80 persen.

Lee Jae-myung menyebut angka tersebut sebagai pencapaian luar biasa.

“Saya mendengar bahwa setelah satu tahun menjabat, Anda telah bekerja dengan sangat baik hingga tingkat kepercayaan publik mencapai lebih dari 80 persen. Ini adalah angka yang luar biasa. Saya ucapkan selamat kepada Anda,” kata Lee saat pertemuan bilateral di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025).

Pertemuan itu berlangsung di sela-sela KTT APEC 2025.

Lee menilai capaian ini mencerminkan kepercayaan kuat rakyat Indonesia kepada kepemimpinan Prabowo.

Hal ini juga menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintahan Prabowo dalam menjaga stabilitas dan arah pembangunan nasional.

Presiden Prabowo menyambut baik pujian tersebut dan menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan baik dan kerja sama dengan Korea Selatan di berbagai sektor.

“Hubungan antara kedua negara kita selama ini sangat baik. Korea merupakan mitra yang sangat penting bagi kami dalam kerja sama ekonomi, dan secara keseluruhan hubungan antara pemerintah kita juga berjalan dengan sangat baik di bidang pertahanan,” ujar Prabowo.

Kedua pemimpin negara juga membahas proyek pembangunan jet tempur KF-21 Boramae dan menegaskan keinginan untuk melanjutkan kerja sama tersebut.

“Kami akan terus membahas tindak lanjut dari proyek KF-21 ini. Negosiasi masih terus berlanjut, dan tentunya perundingan itu akan mempertimbangkan faktor ekonomi, termasuk terkait dengan harga dan skema pembiayaan,” jelas Presiden Prabowo.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.