BeritaPemerintahanPeristiwa

Tersangka Penyekapan di Bandung Sempat Cari Dedi Mulyadi Sebelum Diringkus Polisi

14
×

Tersangka Penyekapan di Bandung Sempat Cari Dedi Mulyadi Sebelum Diringkus Polisi

Sebarkan artikel ini
terekam-cctv,-taufik-hidayat-cari-dedi-mulyadi-sebelum-diciduk-polisi
terekam cctv, taufik hidayat cari dedi mulyadi sebelum diciduk polisi

Bandung – Tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan, Taufik Hidayat (30), sempat berupaya menemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelum akhirnya diringkus jajaran Polda Jawa Barat di Majalaya. Taufik diketahui mendatangi Gedung Pakuan pada Senin (29/6) dini hari.

Fakta ini diungkapkan langsung oleh Dedi Mulyadi seusai menjenguk korban berinisial YTR (29) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin sore.

Menurut Dedi, tersangka yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) itu tiba di pos jaga Gedung Pakuan sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, Taufik datang dengan mengenakan helm dan masker.

Kepada petugas pos jaga, ia menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan Gubernur.

“Saya ingin ketemu Pak Gubernur, saya mau dipenjara tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu,” ujar Dedi saat menirukan ucapan pelaku.

Dedi memastikan bahwa kedatangan tersangka tersebut bukan sekadar cerita. Bukti kehadiran Taufik terekam dengan jelas oleh kamera pengawas atau CCTV yang berada di area Gedung Pakuan.

Selain itu, Dedi mengungkapkan bahwa Taufik sebelumnya juga sempat berupaya mendatangi kediaman pribadinya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Namun, langkah tersebut terhenti di tengah jalan karena orang yang mengantarnya merasa ketakutan.

“CCTV-nya ada, dan dia mencari serta berusaha datang ke Lembur Pakuan. Sampai di Cikawung, yang mengantarnya tidak berani karena takut di jalan dilihat orang dan dikeroyok,” ucap Dedi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tujuan pelaku mencari Dedi bukanlah untuk meminta perlindungan hukum. Taufik disebut berniat menyerahkan diri, namun memiliki keinginan khusus untuk menyampaikan sesuatu secara langsung kepada Gubernur.

“Jadi dari bahasanya, dia siap dipenjara, tapi sebelum dipenjara ada sesuatu yang ingin disampaikan,” katanya.

Dalam kunjungan yang sama, Dedi juga memaparkan kondisi terkini korban YTR yang masih dalam perawatan intensif di RSHS Bandung. Ia sengaja tidak menemui korban secara langsung demi menjaga proses pemulihan medis serta kondisi psikis pasien.

“Saya bertemu dengan direktur dan para dokter yang menangani, hampir 40 orang. Intinya adalah menanyakan perkembangan, karena kalau melihat pasiennya tidak mau, pertama takut saya membawa kuman, nanti malah merepotkan pasien,” ujarnya.

Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen penuh untuk mendampingi korban hingga proses pemulihan selesai. Seluruh kebutuhan pengobatan, termasuk tindakan operasi rekonstruksi yang diperlukan, akan mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov Jabar.