Cebu – Presiden RI Prabowo Subianto menampilkan pesan simbolik kuat saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, dengan menggunakan kendaraan taktis Maung MV3 Garuda Limousine karya anak bangsa.
Berdasarkan keterangan Istana yang diterima pada Minggu, 10 Mei, mobil taktis produksi PT Pindad itu diterbangkan langsung menggunakan pesawat Airbus A400M milik TNI Angkatan Udara.
Langkah tersebut menjadi penanda bahwa Indonesia semakin percaya diri membawa produk industri pertahanan nasional tampil di panggung internasional.
Maung MV3 Garuda Limousine tidak hanya menjadi alat transportasi Presiden, tetapi juga disebut sebagai simbol kemandirian teknologi dan kekuatan industri strategis nasional.
Maung MV3 Garuda Limousine lebih dahulu tiba di Cebu pada 4 Mei 2026. Kendaraan itu diangkut langsung dari Indonesia menggunakan Airbus A400M TNI AU untuk mendukung mobilitas Presiden Prabowo selama rangkaian KTT ASEAN berlangsung pada 7-8 Mei 2026.
Di tengah deretan kendaraan delegasi negara ASEAN lainnya, kehadiran Maung menarik perhatian tersendiri. Prabowo memilih kendaraan produksi dalam negeri sebagai representasi kemampuan industri pertahanan Indonesia di forum kawasan paling bergengsi di Asia Tenggara.
Mobil kepresidenan berwarna putih tersebut tampil dengan desain eksklusif dan gagah. Maung MV3 Garuda Limousine merupakan pengembangan terbaru dari keluarga Maung yang dirancang PT Pindad sebagai kendaraan resmi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Kendaraan ini dibangun dari platform MV3 dengan standar keamanan tinggi, performa tangguh, dan kenyamanan kelas kenegaraan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan penggunaan Maung dalam agenda internasional bukan sekadar urusan teknis pengamanan Presiden.
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi. Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.
Kehadiran Maung di Cebu juga memperlihatkan kesiapan Indonesia membawa produk strategis nasional bersaing dan berdiri sejajar dengan negara lain. Penggunaan kendaraan buatan dalam negeri di forum internasional dinilai menjadi pesan kuat bahwa industri pertahanan Indonesia semakin dipercaya mendukung agenda kenegaraan level tinggi.
Bagi pemerintah, perjalanan Maung menuju Filipina bukan hanya perjalanan logistik biasa, melainkan bagian dari diplomasi modern Indonesia yang menggabungkan simbol negara, teknologi, dan kebanggaan nasional dalam satu panggung internasional.







