Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pendataan seluruh pondok pesantren (ponpes) di Indonesia serta evaluasi keamanan infrastruktur bangunannya. Perintah ini menyusul ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang hingga 4 Oktober 2025 menyebabkan 37 orang meninggal dunia. Menteri Sekretaris Prasetyo Hadi mengungkapkan instruksi tersebut saat menghadiri HUT TNI ke-80 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada 5 Oktober 2025.
“Evaluasi menyeluruh ke depan terhadap semua pondok pesantren kita harapkan segera dilakukan pendataan dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan infrastruktur pondok masing-masing,” ujar Prasetyo. Presiden juga menginstruksikan menteri terkait dan pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih kepada pondok pesantren.
Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat, total 37 jenazah telah ditemukan dari reruntuhan Ponpes Al Khoziny hingga 4 Oktober 2025. Dalam laporan sebelumnya pada Sabtu malam (4/10), Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo menyebutkan timnya menemukan 26 jenazah dari total 130 korban yang meliputi 104 orang selamat. Petugas menargetkan pembersihan lokasi kejadian hingga Minggu (5/10).
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menambahkan, upaya pembersihan puing bangunan telah mencapai 60 persen. Pembersihan ini krusial untuk membuka jalur evakuasi jenazah. SAR Surabaya menargetkan pekerjaan ini rampung pada Minggu (5/10), meskipun tidak menutup kemungkinan berlanjut hingga Senin untuk tahap pembersihan akhir.
Petugas SAR telah mengidentifikasi sektor-sektor tertentu yang diduga menyimpan lebih banyak korban tertimbun. Untuk proses identifikasi, pihak keluarga korban diimbau untuk menunggu di posko yang telah disiapkan di RS Bhayangkara Polda Jatim.







