Jakarta – Kabar baik datang dari Arab Saudi. Kerajaan tersebut telah mengizinkan pihak asing untuk memiliki properti di Mekah dan Madinah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan kabar ini. Indonesia menjadi negara pertama yang berkesempatan membeli properti di dua kota suci tersebut.
“Alhamdulillah kemarin Minggu yang lalu ya pemerintah Saudi Arabia juga sudah memberikan suatu keputusan resmi bahwa asing sudah bisa membeli properti tanah hotel dan sebagainya di Mekah dan Madinah,” kata Nasaruddin di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2).
Nasaruddin menyebut, pencapaian ini berkat diplomasi aktif Presiden Prabowo Subianto dan kedekatannya dengan Kerajaan Arab Saudi.
Selain itu, akan dibangun terowongan yang menghubungkan perkampungan haji RI dengan Masjidil Haram di Mekah. Lokasi perkampungan haji RI hanya berjarak 1 hingga 3 kilometer dari Masjidil Haram.
Indonesia telah mendapatkan lahan seluas 60 hektare untuk dijadikan perkampungan haji RI.
Pemerintah tengah menggarap proyek kampung haji RI di Arab Saudi. Indonesia menyiapkan US$800 juta atau setara Rp13,34 triliun untuk membangun 13 tower hotel dan mal di sana.
Sebelumnya, Indonesia telah membeli Novotel Makkah Thakher City yang berjarak 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Indonesia juga membeli 5 hektare lahan di depan Novotel untuk dibangun hotel baru dan mal.
Novotel Makkah Thakher City memiliki 1.461 kamar dan mampu menampung 4.383 jemaah haji Indonesia. Dengan tambahan 13 tower, total kamar menjadi 6.025 untuk 23 ribu jemaah.







