Berita

Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes di Wonogiri Setelah Buron

36
×

Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes di Wonogiri Setelah Buron

Sebarkan artikel ini
penampakan-pengasuh-ponpes-pati-tersangka-pencabulan-santriwati-ditangkap-di-wonogiri
penampakan pengasuh ponpes pati tersangka pencabulan santriwati ditangkap di wonogiri

Wonogiri – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati, Jawa Tengah, menangkap pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, Pati, berinisial AS, yang menjadi tersangka dugaan pencabulan terhadap santri di tempat pelariannya di Kabupaten Wonogiri, Kamis.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, tersangka sebelumnya mangkir dari panggilan pemeriksaan pada Senin (4/5). Karena itu, Polresta Pati sempat berencana melayangkan surat pemanggilan kedua pada 7 Mei 2026.

Namun, karena AS diduga tidak berada di tempat atau bersembunyi di luar kota, polisi kemudian melakukan upaya penjemputan paksa.

Hingga kini, baru satu korban yang secara resmi melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Meski demikian, Polresta Pati membuka ruang seluas-luasnya bagi korban lain maupun saksi yang memiliki informasi tambahan untuk melapor dengan jaminan kerahasiaan identitas.

Penetapan tersangka dalam kasus ini dilakukan pada 28 April 2026 setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang dinilai cukup. Sebelum penetapan itu, penyidik telah memeriksa pelapor, sejumlah saksi, dan saksi ahli. Terlapor juga sempat diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

“Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan dan alat bukti dinilai cukup, penyidik menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka pada 28 April 2026,” kata Jaka.

Kasus dugaan pencabulan itu bermula dari laporan korban pada 2024. Namun, prosesnya sempat terkendala karena adanya upaya penyelesaian secara kekeluargaan, sehingga beberapa saksi menarik keterangannya. Hingga saat ini, pelapor yang aktif baru satu orang.

Meski demikian, penyidik tetap melanjutkan proses hukum setelah mendapatkan penguatan dari keterangan saksi lain yang membenarkan adanya dugaan peristiwa tersebut.

Terkait informasi yang beredar mengenai jumlah korban yang disebut mencapai puluhan orang, pihak kepolisian menegaskan belum menerima keterangan resmi yang mendukung klaim itu.

Polresta Pati memastikan proses penyidikan akan terus berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…