Pekanbaru – Polisi telah menangkap empat orang pelaku pembunuhan sadis disertai perampokan terhadap seorang wanita lanjut usia, Dumaris Isni Sitio (60), di Rumbai, Pekanbaru.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan keempat pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
“Iya, benar sudah ditangkap. Sekarang dalam pendalaman pemeriksaan,” ujarnya.
Kapolres Kota Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut, para pelaku diamankan di dua lokasi berbeda.
“Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru. Dua pelaku ditangkap di Aceh Tengah dan dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara,” kata Muharman.
Sebelumnya, Polda Riau mengungkap peran para pelaku dalam kasus pembunuhan disertai perampokan itu.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta baru mengenai kronologi dan peran masing-masing pelaku. Aksi keji tersebut diawali dengan tindak pencurian dengan kekerasan (curas). Korban tewas setelah dipukul menggunakan balok kayu secara brutal.
Rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan aksi para pelaku telah beredar luas dan viral di media sosial. Dari pemeriksaan sementara, polisi telah meminta keterangan empat saksi dan mendalami rekaman CCTV yang terpasang di rumah korban sejak 9 April 2026.
“Dari hasil pendalaman dan analisis CCTV, penyidik sudah mengarah pada satu orang yang patut diduga sebagai pelaku. Namun kami masih membutuhkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka,” ujar Pandra.
Lebih lanjut, Pandra mengungkapkan salah satu pelaku diketahui oleh keluarga korban. Pelaku itu adalah perempuan berinisial AF yang merupakan mantan menantu korban.
Dalam rekaman CCTV, AF terlihat sempat bersalaman dengan korban sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Tak hanya itu, dalam rekaman yang sama juga tampak seorang pria tak dikenal datang bersama AF. Pria tersebut diduga sebagai eksekutor yang memukul korban dengan balok kayu hingga terkapar bersimbah darah. Hingga kini, identitas pria itu masih dalam pendalaman penyidik.







