Berita

PNM Raih Apresiasi, Terus Aktif Jaga Reputasi

79
×

PNM Raih Apresiasi, Terus Aktif Jaga Reputasi

Sebarkan artikel ini
indonesia-public-relations-awards-2025-apresiasi-kiprah-pnm-dalam-menjaga-reputasi-korporasi
indonesia public relations awards 2025 apresiasi kiprah pnm dalam menjaga reputasi korporasi

Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meraih Corporate Reputation Awards 2025. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan PNM menjaga citra positif di mata publik.

Ajang Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2025 dari The Iconomics memberikan penghargaan tersebut.

IPRA 2025 memberikan apresiasi kepada korporasi dan lembaga pemerintah yang konsisten menjaga reputasi.

Founder & CEO The Iconomics, Bram S Putro, menyatakan reputasi organisasi adalah hasil kerja keras dan tidak instan.

“Tantangan akan selalu ada, datang dan pergi dengan berbagai ukurannya. Namun, itulah yang akan membuat organisasi semakin tangguh,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Penilaian penghargaan dilakukan melalui riset online terhadap 1.300 responden. Tiga parameter penilaian meliputi reputasi bisnis, kepemimpinan, dan sosial.

Apresiasi ini menjadi cerminan keberhasilan tim public relations PNM dalam mengelola komunikasi dan membangun kepercayaan publik.

Selain Corporate Reputation Awards, IPRA 2025 juga memberikan penghargaan Popular Companies Awards dan Popular Government Institutions Awards.

2d32aebc91746c00edf53a0e027300fd.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Spekulasi Ole Romeny gabung Persib Bandung muncul setelah kode “OveR” dalam unggahan perkenalan Ragnar Oratmangoen. Ole Romeny dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Fortuna Sittard. Ia disebut sudah menjalani tes medis dan akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan. Jika transfer terwujud, Ole akan bereuni dengan Justin Hubner di Fortuna Sittard. Kepindahan ini juga diharapkan memberi Ole…

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…