BeritaPolitik

Pilkada Puncak Jaya Memanas, Rahmat Saleh Minta Evaluasi Menyeluruh

150
×

Pilkada Puncak Jaya Memanas, Rahmat Saleh Minta Evaluasi Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPR RI Rahmat Saleh saat Rapat dengar Pendapat bersama Kementerian ATR/BPN, Kamis 30 Januari 2025. Foto : Istimewa
Anggota Komisi II DPR RI Rahmat Saleh saat Rapat dengar Pendapat bersama Kementerian ATR/BPN, Kamis 30 Januari 2025. Foto : Istimewa

Jakarta – Bentrokan berdarah yang terjadi dalam Pilkada Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, mendorong DPR RI menuntut langkah konkret dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna memastikan keamanan pelaksanaan pemilu di wilayah rawan konflik.

Anggota Komisi II DPR RI, Rahmat Saleh, menyampaikan desakan agar KPU memberikan jaminan bahwa Pilkada Puncak Jaya tidak lagi menimbulkan korban jiwa. Pernyataan itu disampaikan setelah insiden yang menewaskan 12 orang serta menghanguskan ratusan bangunan warga.

“KPU sebagai penyelenggara Pilkada harus mampu menjelaskan langkah preventif apa saja yang sudah dilakukan untuk pemilihan Bupati di Puncak Jaya, Papua Tengah yang termasuk dalam wilayah rawan konflik. Mengapa bentrokan masih terjadi hingga mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerugian materil lainnya,” ujar Rahmat melalui pernyataan tertulis, Rabu (9/4/2025).

Ia menilai pentingnya koordinasi KPU dengan pihak keamanan, yakni TNI dan Polri, demi menjamin stabilitas selama proses pemilihan. Penjelasan terbuka kepada masyarakat pun menjadi hal yang tak kalah krusial.

“Bagaimana koordinasi pengamanan dilakukan bersama dengan TNI dan Polri? Itu semua harus mampu dijelaskan oleh KPU dan stakeholder terkait. Tak hanya itu, KPU juga harus mampu memberi jaminan Pilkada Puncak Jaya selanjutnya akan berlangsung aman,” katanya menegaskan.

Rahmat menyatakan keprihatinannya terhadap proses demokrasi yang bergeser menjadi perebutan kekuasaan hingga menimbulkan korban. Menurutnya, esensi Pilkada adalah untuk memajukan daerah, bukan justru menjadi penyebab kehancuran.

“Pilkada harusnya untuk kemajuan daerah, bukan untuk kehancuran daerah. Sangat kita sayangkan 12 jiwa anak bangsa melayang karena perebutan kursi bupati Puncak Jaya. Kita juga khawatir akan adanya dendam berkepanjangan akibat peristiwa tersebut. Hal ini tentunya akan menghambat program bupati terpilih nantinya,” tambahnya.

Situasi yang terjadi di Puncak Jaya menurut Rahmat menunjukkan urgensi revisi terhadap paket undang-undang Pemilu, termasuk UU Pilkada, agar lebih responsif terhadap kondisi daerah rawan konflik.

Pemilihan Bupati Puncak Jaya diikuti dua pasangan calon, yakni Yuni Wonda-Mus Kogoya dan Miren Kogoya-Mendi Wonerengga.

Bentrokan antarpendukung keduanya pecah pada Rabu (2/4), mengakibatkan 59 orang terluka akibat panah. Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa aksi saling serang terjadi sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025.

Selama kurun tersebut, 12 orang meninggal dunia dan 658 lainnya mengalami luka-luka akibat panah. Dari jumlah tersebut, 423 korban berasal dari pendukung pasangan calon 01, sementara sisanya dari kubu pasangan calon 02.

Selain korban jiwa dan luka, kerugian materi juga tercatat besar. Sebanyak 201 bangunan dilaporkan terbakar, terdiri dari 196 rumah warga, satu gedung sekolah, satu kantor distrik, dan satu kantor balai desa.

cc374fa9e21ada41b3577c48c41b56e4.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Marc Marquez memangkas jarak dengan Jorge Martin di klasemen MotoGP setelah memenangi Sprint Race di Sachsenring, Sabtu (11/7/2026). Kini, Marquez hanya berjarak 32 poin dari Jorge Martin yang untuk sementara masih memimpin klasemen dengan raihan 197 poin. Sedangkan peringkat kedua dan ketiga masih dimiliki Marco Bezzecchi dan Fabio Di Giannantonio. TRIBUNNEWS.COM – Tak begitu banyak perubahan posisi yang terjadi dengan…