Jakarta – Menteri HAM Natalius Pigai kembali jadi sorotan.
Pemicunya adalah sentilan terhadap pengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pigai menyebut narasi penolakan program MBG sebagai “gimmick-gimmick sampah”.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka acara di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Pigai tak hanya menyindir aktivis dan mahasiswa. DPR pun disebut.
Menurutnya, kritik terhadap program MBG tidak menyentuh substansi hak dasar masyarakat.
Ia berpendapat seharusnya penerima manfaat program yang menolak, bukan pihak lain.
Istilah “gimmick-gimmick sampah” digunakan untuk menggambarkan narasi penolakan yang tak berdasar.
Pigai menyinggung dinamika antara pemerintah, DPR, Komnas HAM, dan mahasiswa.
Ia menekankan isu HAM tidak boleh dipolitisasi.
Pernyataan tersebut memicu beragam respons.
Aktivis mahasiswa menilai diksi “gimmick sampah” berpotensi mereduksi ruang kritik.
Sebagian pihak mempertanyakan sensitivitas pernyataan Pigai sebagai pejabat HAM.
Di media sosial, potongan video tersebut menjadi perbincangan luas.
Ada yang mendukung, ada pula yang menilai pernyataannya terlalu keras.
Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Namun, program ini menuai sorotan terkait efektivitas dan prioritas anggaran.
Hingga kini, belum ada klarifikasi lanjutan dari Kementerian HAM.
Polemik ini menunjukkan perdebatan soal kebijakan publik dan ruang kritik tetap menjadi isu sensitif.







