Berita

Petugas ICE Tembak Mati Perempuan dari Jarak Dekat

82
×

Petugas ICE Tembak Mati Perempuan dari Jarak Dekat

Sebarkan artikel ini
199878e1729b637e9bc41401a6edb5e2.jpg
199878e1729b637e9bc41401a6edb5e2.jpg

Minneapolis – Seorang wanita tewas ditembak petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di Minneapolis, Minnesota, Rabu (17/01). Insiden ini memicu kecaman dari Wali Kota Minneapolis dan seruan untuk menghentikan operasi penegakan imigrasi di kota itu.

Penembakan terjadi saat petugas ICE melakukan operasi penegakan imigrasi. Korban, yang diidentifikasi sebagai Renee Nicole Good, 37 tahun, ditembak di kepala dari jarak dekat.

Menurut pejabat federal, penembakan itu merupakan tindakan membela diri. Namun, Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, menyebutnya sebagai tindakan “ceroboh” dan tidak perlu.

“Tidak mungkin apa pun yang dilakukan orang ini membuatnya pantas dibunuh,” kata seorang warga sipil di lokasi kejadian.

Video yang beredar menunjukkan mobil korban menghalangi jalan. Saat petugas ICE mendekat dan meminta pintu dibuka, korban justru menjalankan kendaraannya.

Seorang petugas ICE yang berada di depan mobil kemudian melepaskan tembakan, mengenai kepala korban. Mobil itu kemudian menabrak trotoar dan berhenti.

Ibu korban, Donna Ganger, mengatakan putrinya meninggalkan seorang anak berusia 6 tahun dan suaminya telah meninggal dunia pada 2023. Ia menggambarkan Renee sebagai orang yang baik, penyayang, dan penuh kasih sayang.

Departemen Keamanan Dalam Negeri membela tindakan petugas ICE. Mereka mengklaim bahwa korban berusaha menabrak petugas, yang merupakan tindakan terorisme domestik.

“Seorang petugas ICE, karena takut akan nyawanya, nyawa rekan-rekan penegak hukumnya, dan keselamatan publik, melepaskan tembakan untuk membela diri,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri dalam pernyataan.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data terkait insiden tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah aksi protes terhadap aktivitas penegakan hukum imigrasi di Minneapolis. Puluhan demonstran dan warga sipil berada di lokasi kejadian setelah penembakan itu terjadi.

Penegakan imigrasi ilegal dan pengusiran migran tanpa dokumen telah menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Donald Trump. Kebijakan ini menuai kritik dan tuduhan bahwa ICE telah berubah menjadi pasukan paramiliter.