Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami koreksi pada perdagangan Rabu, 27 Mei 2026. Logam mulia tersebut terpantau melemah tipis, baik pada harga beli maupun harga jual kembali atau buyback.
Berdasarkan data terbaru di gerai Logam Mulia, harga emas Antam turun sebesar Rp 13.000 menjadi Rp 2.785.000 per gram. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level Rp 2.798.000 per gram.
Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback yang berada di angka Rp 2.594.000 per gram, atau terpangkas Rp 13.000 dari harga sebelumnya sebesar Rp 2.607.000 per gram. Dengan perubahan tersebut, selisih atau spread harga jual dan beli saat ini mencapai Rp 191.000 per gram.
Penting bagi investor untuk memperhatikan margin spread ini guna menghindari kerugian saat transaksi mendadak. Harga buyback merupakan nilai yang diterima pemilik emas saat menjual kembali logam mulianya ke gerai resmi. Jika investasi dilakukan untuk jangka pendek, selisih harga ini berisiko menggerus potensi keuntungan.
Strategi investasi emas batangan dinilai lebih optimal untuk jangka panjang. Jangka waktu yang cukup panjang memungkinkan harga pasar mengalami kenaikan yang mampu menutup margin spread tersebut.
Sebagai gambaran perbandingan imbal hasil bagi investor, pembelian emas pada 27 Mei 2025 di harga Rp 1.923.000 per gram memberikan keuntungan sebesar 34,89 persen jika dijual di harga buyback saat ini. Bahkan, mereka yang membeli pada 27 Agustus 2024 di harga Rp 1.420.000 per gram mencatatkan keuntungan signifikan hingga 82,68 persen.
Sebaliknya, pembelian dalam rentang waktu yang lebih dekat, seperti pada 20 Mei 2026, masih mencatatkan potensi kerugian sekitar 6,18 persen apabila emas tersebut dijual kembali hari ini. Hal ini menegaskan bahwa fluktuasi harga harian berpengaruh besar terhadap keuntungan bagi investor jangka pendek.







