Berita

Gunakan Fenomena Matahari di Atas Kabah untuk Kalibrasi Ulang Arah Kiblat

67
×

Gunakan Fenomena Matahari di Atas Kabah untuk Kalibrasi Ulang Arah Kiblat

Sebarkan artikel ini
matahari-tepat-di-atas-kabah,-saatnya-mengukur-kembali-arah-kiblat
matahari tepat di atas kabah, saatnya mengukur kembali arah kiblat

Jakarta – Fenomena Matahari tepat berada di atas Ka’bah akan kembali menyapa bumi pada 27-29 Mei 2026. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi umat Muslim untuk melakukan kalibrasi atau mengukur ulang arah kiblat dengan memanfaatkan bayangan benda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan waktu tersebut. “Fenomena Matahari tepat berada di atas Ka’bah kembali terjadi pada 27-29 Mei 2026. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk mengecek dan mengukur kembali arah kiblat dengan bantuan bayangan Matahari,” tulis BMKG melalui unggahan di media sosial, Selasa (26/5).

BMKG menjelaskan, fenomena Matahari di atas Ka’bah terjadi dua kali dalam setahun. Selain periode 27-29 Mei pukul 16.18 WIB, fenomena serupa juga akan terjadi pada 15-17 Juli pukul 16.27 WIB.

Namun, BMKG mencatat bahwa fenomena ini hanya berlaku untuk wilayah Indonesia bagian Barat dan sebagian wilayah Indonesia Tengah.

Sementara itu, bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah bagian Timur, penentuan arah kiblat dapat dilakukan saat Matahari berada di titik antipoda Ka’bah. Fenomena ini terjadi setiap 14 Januari pukul 06.30 WIT dan 29 November pukul 06.09 WIT.

Saat fenomena ini berlangsung, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah tepat ke kiblat. Sebelum melakukan pengukuran, masyarakat perlu menyiapkan peralatan seperti tongkat atau tiang lurus, jam yang akurat, serta kompas atau GPS.

Selain itu, pastikan kondisi langit cerah agar sinar matahari dapat membentuk bayangan dengan jelas. Pengukuran juga wajib dilakukan pada permukaan yang rata serta memastikan lokasi bebas dari bayangan benda lain di sekitar alat yang digunakan.

Berikut langkah-langkah melakukan kalibrasi arah kiblat:

  1. Pastikan jam yang digunakan akurat dengan menyamakannya dengan waktu resmi BMKG melalui laman ntp.bmkg.go.id.
  2. Siapkan tiang atau benda yang dapat berdiri tegak lurus di atas permukaan rata.
  3. Lakukan pengamatan di sekitar waktu puncak, yakni pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA, dengan bersiap lima menit sebelum waktu tersebut.
  4. Amati bayangan yang terbentuk tepat pada waktu puncak. Tarik garis lurus dari ujung bayangan menuju ke pangkal benda. Garis tersebut merupakan arah kiblat yang telah terkalibrasi.
4c354d36a7bea61d0f4ca4279d460b49.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Marc Marquez tinggal selangkah menyempurnakan misi back to back di Sachsenring Kemenangan main race akan mengulang sapu bersih raihan musim 2025 Marquez juga berpeluang menyamai rekor 13 kemenangan Giacomo Agostini di Sachsenring TRIBUNNEWS.COM – Marc Marquez hanya tinggal selangkah lagi menyempurnakan misinya mengulang kesuksesan musim lalu saat balapan utama MotoGP Jerman 2026 berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Minggu…