Berita

BMKG Beber Alasan Iduladha Lebih Cepat Hitung Ketimbang Idulfitri

11
×

BMKG Beber Alasan Iduladha Lebih Cepat Hitung Ketimbang Idulfitri

Sebarkan artikel ini
kenapa-penentuan-iduladha-lebih-cepat-dibanding-idulfitri?
kenapa penentuan iduladha lebih cepat dibanding idulfitri?

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan alasan teknis mengapa penetapan Iduladha lebih mudah diprediksi lebih awal dibandingkan Idulfitri.

Perbedaan mendasar terletak pada tanggal perayaan. Idulfitri jatuh pada 1 Syawal yang mengharuskan pemerintah memastikan masuknya bulan baru melalui sidang isbat pada 29 Ramadan. Karena harus menunggu matahari terbenam untuk pengamatan hilal, penetapan sering kali baru bisa diumumkan pada malam hari.

“Berbeda dengan Idulfitri, Iduladha bukan jatuh pada tanggal 1 Zulhijah, tapi pada tanggal 10 Zulhijah. Jadi, yang sebenarnya ditentukan lewat sidang isbat adalah awal bulan Zulhijah. Begitu tanggal 1 Zulhijah sudah diketahui, maka tanggal 10 Zulhijah otomatis tinggal dihitung,” ungkap BMKG.

Dalam menetapkan awal bulan Hijriah, BMKG mengombinasikan metode hisab yang berbasis data pergerakan benda langit dengan rukyat atau pengamatan langsung. Hasil dari kedua metode tersebut kemudian dibahas dalam sidang isbat Kementerian Agama.

Terkait standar pengamatan, Indonesia mengacu pada kriteria MABIMS. Hilal dinyatakan memenuhi syarat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dengan elongasi atau jarak sudut bulan dan matahari minimal 6,4 derajat. Jika kriteria ini tidak terpenuhi, maka hilal dianggap belum terlihat.

Dalam mendukung proses tersebut, BMKG melakukan perhitungan teknis komprehensif. Perhitungan meliputi posisi bulan dan matahari, tinggi hilal, umur bulan, hingga selisih waktu terbenam antara bulan dan matahari atau lag.

Selain itu, BMKG turut memantau faktor pendukung lainnya, seperti fraksi iluminasi, jarak sudut bulan dan matahari, kondisi cuaca, ketebalan awan, serta tingkat kecerlangan langit untuk memastikan visibilitas hilal secara akurat.