Ecozone

Menteri Keuangan Tetap Optimistis Meski Nilai Tukar Rupiah Melemah

10
×

Menteri Keuangan Tetap Optimistis Meski Nilai Tukar Rupiah Melemah

Sebarkan artikel ini
543ddb3e1644eba7c4ce434dd4b31a35.jpg
543ddb3e1644eba7c4ce434dd4b31a35.jpg

Jakarta – Pemerintah memastikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap aman meski nilai tukar rupiah kini menembus level 17.800 per dolar Amerika Serikat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa volatilitas mata uang Garuda saat ini telah masuk dalam kalkulasi risiko pemerintah.

Purbaya menyatakan bahwa pelemahan rupiah ke angka 17.800 per dolar AS sebenarnya tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi dalam negeri yang saat ini dinilai masih cukup solid. Menurutnya, pergerakan nilai tukar saat ini tergolong tidak wajar karena biasanya pelemahan mata uang dipicu oleh gangguan pada indikator fundamental.

Meski kurs rupiah saat ini telah melampaui asumsi makro APBN 2026 yang ditetapkan di level 16.500 hingga 16.800 per dolar AS, Purbaya menegaskan tidak ada kebutuhan untuk melakukan penyesuaian atau menghitung ulang target anggaran. Ia beralasan dampak gejolak ekonomi global, termasuk lonjakan harga minyak dunia hingga 100 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, telah diantisipasi sejak awal.

Terkait tekanan pada pasar obligasi, pemerintah juga telah mengambil langkah cepat. Purbaya memastikan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) kini sudah kembali stabil setelah otoritas melakukan intervensi di pasar keuangan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor dan menarik kembali modal asing masuk ke dalam negeri.

Di sisi lain, analis pasar keuangan memprediksi rupiah berpotensi menghadapi tantangan lebih berat dalam waktu dekat. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menilai bahwa libur panjang perayaan Idul Adha menyebabkan terbatasnya ruang intervensi Bank Indonesia di pasar domestik.

Ibrahim memperingatkan bahwa selama pasar domestik tutup, pergerakan rupiah sangat bergantung pada pasar internasional yang saat ini masih tertekan oleh sentimen negatif dari Timur Tengah. Berdasarkan proyeksinya, nilai tukar rupiah bahkan berisiko menyentuh titik terlemah baru di level 18.000 per dolar AS pada pekan ini. (Tim Redaksi)

c30cd5b35644cf85c7da4b51e0884238.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (27/5/2026), didorong oleh berlanjutnya momentum positif dari sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta meningkatnya optimisme investor terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Penguatan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih relatif stabil di tengah berbagai ketidakpastian geopolitik global,…

3a4b798dbe599521c92520bf1ecd8f5a.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (27/5/2026), di tengah sikap hati-hati investor yang menantikan perkembangan negosiasi geopolitik di Timur Tengah serta arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh laporan bahwa Iran melalui televisi pemerintahnya menyatakan telah memperoleh rancangan kerangka kesepakatan dengan Amerika Serikat. Kesepakatan…