Semarang – Ribuan eks buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) masih menunggu kejelasan pesangon mereka. Massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Tengah menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jateng, Rabu (24/9/2025), menuntut hak mereka.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berjanji akan mengundang Tim Kurator Sritex untuk membahas masalah ini. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memetakan permasalahan dan mencari solusi.
“Dari Satgas PHK Pemprov, kita undang kuratornya, kita undang lawyer-nya, kita undang Desk Tenaga Kerja Polda Jateng untuk rapat bersama,” kata Luthfi usai menerima perwakilan KSPSI Jateng.
Luthfi menambahkan, pesangon eks buruh Sritex akan menjadi fokus utama pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jateng, Ahmad Aziz, mengungkapkan bahwa Tim Kurator Sritex sempat menyampaikan rencana pelelangan aset perusahaan. Proses appraisal oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) juga telah dilakukan.
“Saat ini 90 persen barang-barang bergerak sudah di KPKNL, menunggu lelang dari KPKNL,” jelas Aziz.
Namun, perwakilan KSPSI Jateng menilai kinerja Tim Kurator lambat. Mereka meminta Pemprov Jateng untuk mengingatkan kurator agar segera mempercepat proses tersebut.
Aziz menegaskan, proses pelelangan sepenuhnya menjadi kewenangan KPKNL. Pemprov Jateng hanya dapat memberikan dukungan dan mengingatkan pihak-pihak terkait.







