BeritaPemerintahanPolitik

Prabowo Tegaskan APBN 2027 Jadi Instrumen Perjuangan Sejahterakan Rakyat Indonesia

13
×

Prabowo Tegaskan APBN 2027 Jadi Instrumen Perjuangan Sejahterakan Rakyat Indonesia

Sebarkan artikel ini
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, saat menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto : Dok/Alma
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, saat menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto : Dok/Alma

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027 bukan sekadar dokumen keuangan, melainkan instrumen perjuangan untuk melindungi rakyat dan mewujudkan kesejahteraan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membacakan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

“APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa, alat untuk memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera, dan sebagai pedoman perjalanan kita ke depan,” ujar Prabowo.

Momentum penyampaian pidato ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Prabowo menilai, di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global, negara harus hadir untuk menjaga stabilitas ekonomi serta kepentingan rakyat.

Pemerintah menargetkan ekonomi nasional yang stabil, tumbuh tinggi, dan inklusif dengan APBN yang sehat serta berkelanjutan. Prabowo menyebut Indonesia memiliki modal kuat, mulai dari posisi geografis strategis, bonus demografi, hingga kekayaan sumber daya alam.

Sejumlah indikator fundamental ekonomi nasional pun dipaparkan, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen year on year (YoY) yang menjadi tertinggi di antara negara G20. Selain itu, inflasi April 2026 berada di level 2,42 persen YoY, serta neraca perdagangan yang mencatat surplus USD3,3 miliar pada Maret 2026.

Terkait kebijakan fiskal, pemerintah berkomitmen menjaga APBN melalui optimalisasi pendapatan negara serta belanja yang efisien dan produktif.

“Saya ingin tegaskan hari ini keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dengan baik, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh menjadi negara yang makmur dan adil,” tegasnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan delapan klaster program kerja prioritas nasional. Fokus tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut baik kehadiran Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna tersebut. Menurutnya, KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi instrumen penting untuk mengantisipasi risiko ekonomi global sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“KEM PPKF Tahun Anggaran 2027 juga diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ujar Puan.

Puan menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan rakyat, serta mengurangi kesenjangan sosial agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.