Jakarta – PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengambil langkah antisipatif dengan fokus pada efisiensi di tengah ketidakpastian pasar batu bara global. Gejolak ekonomi dan geopolitik menjadi pemicu volatilitas harga komoditas ini.
Direktur ABM Investama, Hans Christian Manoe, menjelaskan bahwa fluktuasi harga komoditas adalah dinamika yang dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan.
Untuk menekan biaya operasional, ABMM memperkuat rantai pasok tambang batu bara secara terintegrasi.
Integrasi ini mencakup penambangan, kontraktor, logistik, hingga pelabuhan.
Strategi ini diharapkan mampu meminimalisir dampak volatilitas harga batu bara terhadap kinerja perusahaan.







